Ditanya DPR Soal Anggaran, Chatib: Saya Pinjam Data Dulu Pak Agus

Ditanya DPR Soal Anggaran, Chatib: Saya Pinjam Data Dulu Pak Agus

- detikFinance
Senin, 08 Jul 2013 16:55 WIB
Ditanya DPR Soal Anggaran, Chatib: Saya Pinjam Data Dulu Pak Agus
Jakarta - Menteri Keuangan Chatib Basri dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo saling bertukar data dalam menjawab anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Chatib meminjam bahan persentase dari BI untuk menjelaskan soal inflasi dan Agus Marto balik meminjam data Kemenkeu soal belanja Kementerian Lembaga (KL).

Chatib mengaku menggunakan data inflasi dari BI karena menurutnya lebih lengkap. Sekaligus, data itu bisa memperbandingkan dengan proyeksi yang dilakukan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya coba pinjam dulu datanya pak Agus, karena datanya BI lebih bagus," kata Chatib sambil menunggu slide persentase ditayangkan dalam rapat laporan realisasi semester I/2013, di Gedung DPR, Senayan, Senin (8/7/2013).

"Dari data grafis inflasi ke volatile itu cenderung menurun, sekarang yang meningkat itu lebih karena kenaikan harga BBM. Tapi ini sifatnya tidak akan lama, dan kita akan upayakan untuk terus merespons," ujar Chatib menjelaskan grafik yang terpampang dari bahan BI tersebut.

Usai paparan Chatib, giliran Agus Marto yang melakukan presentasi. Agus meminta izin untuk dapat menggunakan bahan persentase dari Kemenkeu terkait belanja KL pada semester I.

"Kalau tadi bahan saya dipinjam, sekarang saya mau pinjam bahan dari pak Menkeu untuk soal belanja KL agar ditampilkan di layar," ujar Agus sambil bercanda.

Hampir semua peserta yang hadir tertawa mendengar ulah dari Agus Marto. Begitu juga dengan Chatib yang tertawa malu sambil menutup mulutnya.

Agus menggunakan data belanja KL untuk menjelaskan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut Agus, tingginya penyerapan anggaran yang dilakukan dapat membantu pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang sebesar 6,3%.

Sebelumnya, para anggota dewan cukup menyoroti persoalan inflasi dan penyerapan anggaran KL dari pemerintah. Sebab ada beberapa permasalahan yang harus segera disikapi dan diselesaikan oleh pemerintah.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads