Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi menuturkan, komoditas cabai naik karena faktor pasokan yang kurang karena bukan musim panen raya. Sementara daging ayam naik karena faktor permintaan yang tinggi jelang Puasa.
"Daging ayam dan telur sebenarnya tidak ada masalah pasokan, pasokannya cukup, namun demikian ada permintaan yang meningkat dibandingkan dengan biasa, sampai 40% lebih tinggi dari normal," katanya di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/7/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kenaikan harga kondisinya demikian, kalau yang lain relatif normal ada kenaikan 1% dalam 2-3 minggu terakhir atau 0,2%, saya kira masih normal
jadi kecuali cabai rawit dan bawang merah, ayam dan telur," katanya
Bayu mengakui untuk harga ayam dan telur, pemicunya karena ada kenaikan harga yang dilakukan oleh peternak. Para peternak beralasan sudah lama merugi karena kenaikan harga pakan. Sehingga waktu jelang Puasa, menjadi kesempatann untuk peternak dapat keuntungan. Namun ia mengimbau para peternak, pedagang untuk menaikkan harga yang wajar.
"Kita coba terjadi kenaikan, kalaupun terjadi kenaikan, para pedagang juga boleh Lebaran, petani. Kalau kita lihat dari sejarah, dalam catatan historis harga, 10-15 tahun terakhir kalau masih di kisaran 10% masih wajar," katanya.
(hen/dnl)











































