BI: Hari Raya dan Harga Minyak Tak Terlalu Tekan Inflasi

BI: Hari Raya dan Harga Minyak Tak Terlalu Tekan Inflasi

- detikFinance
Senin, 25 Okt 2004 13:27 WIB
Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S. Goeltom yakin kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus membumbung tinggi, serta adanya hari raya tidak akan membuat tekanan terhadap inflasi semakin besar. Inflasi diyakini masih akan tetap sesuai target BI sekitar 7 persen."Meski ada lebaran, natal, kenaikan harga minyak dan tahun baru tampaknya belum akan terlalu besar pengaruhnya. Kita sudah perhitungkan tapi masih dalam range kita. Mungkin sedikit lebih tinggi tapi tidak akan terlalu banyak," kata Miranda di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Senin, (25/10/2004).Miranda menjelaskan, kenaikan harga minyak akan lebih mempengaruhi subsidi BBM yang pada akhirnya berdampak pada harga-harga akibat kenaikan harga produksi. Namun, karena inflasi merupakan indeks harga-harga umum dan kenaikan harga ini tidak mengakibatkan seluruh jenis barang naik, maka pengaruhnya terhadap inflasi tidak akan besar."Jadi belum tentu kenaikan harga minyak akan langsung menimbulkan tekanan yang sama besar atau secara prosentase terhadap inflasi," katanya.Sampai saat ini, menurutnya, BI berkesimpulan pemerintah harus waspada terhadap tekanan inflasi tersebut dan BI akan tetap mengelola ekspektasi inflasi tersebut."Saat ini kami mesih menganggap cukup dengan kewaspadaan tanpa perlu menaikkan suku bunga terlalu tinggi," katanya.Sementara mengenai melemahnya dolar AS di pasar global akibat tingginya harga minyak, Miranda mengatakan, hal itu tidak perlu langsung direspon dengan menaikkan suku bunga."Suku bunga itu akan selalu dikaitkan dengan bagaimana ekspektasi inflasi. Sampai saat ini kita lihat ekspektasi inflasi meskipun sudah ada tekanan tapi sekarang sudah mulai berkurang," katanya.Menurut dia, kenaikan suku bunga 1-3 basis poin akhir-akhir ini sudah merupakan respon terhadap hal-hal tersebut di atas. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads