Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, jika terbukti ada istri direksi atau Dirut BUMN yang ikut-ikutan berkuasa hingga mengatur istri anak buah suaminya, maka ada peringatan hingga sanksi pemecatan.
"Nanti di-warning (diperingati) dulu. Kalau sudah nggak dablek baru dikasih (diberi) peringatan atau sanksi. Tapi di-warning dululah," kata Dahlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan mengatakan, dirinya tidak anti dengan adanya direksi BUMN yang menggunakan jet pribadi atau helikopter dalam kunjungan kerjanya. "Tapi harus tergantung besar perusahaannya. Kalau size perusahaannya besar ya tidak apa-apa dan keperluannya mendesak. Tapi kalau BUMN yang susah tidak pantaslah," tutur Dahlan.
Meskipun begitu, Dahlan meminta setiap pihak untuk melaporkan apabila ada direksi BUMN yang bergaya hidup mewah-mewahan.
Sebelumnya, Dahlan mengatakan telah memecat seorang Dirut BUMN karena istrinya menggunakan fasilitas pribadi, yakni menggunakan mobil dinas perusahaan.
Bahkan, Dahlan juga telah memperingatkan 2 orang Direktur Utama BUMN, karena pengaruh istri yang terlalu dominan. Menurutnya, aktivitas sang istri sangat mencampuri keputusan suami sebagai dirut.
(dnl/ang)










































