Pemerintah Harapkan Raup US $ 7,5 Miliar dari Pengembangan Belanak

Pemerintah Harapkan Raup US $ 7,5 Miliar dari Pengembangan Belanak

- detikFinance
Senin, 25 Okt 2004 17:59 WIB
Jakarta - Pemerintah berharap akan mendapat penerimaan sebesar US $ 5,7 miliar sampai US $ 7,5 miliar dari pengembangan lapangan Belanak, Natuna yang dikelola ConocoPhillips Indonesia (COPI). Namun besaran penerimaan tersebut masih dipengaruhi oleh harga minyak.Demikian disampaikan Kepala BP Migas, Rachmat Sudibjo kepada wartawan di gedung Patra Jasa, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (25/10/2004)."Semua memang tergantung harga minyak. Jika harga minyak US $ 26 per barel Indonesia setidaknya mendapatkan US $ 5,7 miliar. Sedang kalau asumsi harga minyak US $ 35 maka pendapatan negara sekitar US $ 7,5 miliar," kata Rachmat.Rachmat mengungkapkan, hal itu terkait rencana Presiden SBY yang akan meresmikan fasilitas produksi pengolahan dan penampungan migas terapung (floating Production storage and Off Loading/SPSO). Fasilitas ini akan digunakan untuk menunjang kegiatan operasi di lapangan Belanak, wilayah kerja blok B Natuna. Menurut Rachmat, hingga saat ini COPI sudah menanamkan investasinya sebesar US $ 885 juta."Investasi ini merupakan salah satu bagian dari total komitmen investasi sebesar US $ 4 miliar dalam pengembangan blok B Natuna," ungkap Rachmat.SPSO sendiri dirancang untuk mampu mengolah 100 ribu barel minyak per hari. Faslitas itu juga mampu menyimpan minyak sebanyak 1 juta barel, serta bisa memproduksi 10 ribu butane per hari untuk diolah menjadi LPG.Ditambahkan Rachmat, bahwa lapangan Belanak ini diperkirakan akan mulai berproduksi pada Desember 2004 sebesar 20 ribu barel per hari. Kemudian meningkat menjadi 30 ribu barel per hari pada 2005, dan menjadi 60 ribu barel per hari pada 2006.Racmat berharap, produksi minyak yang diperoleh dari pengembangan lapangan Belanak bisa meningkatkan kembali produksi minyak nasional yang sejak tahun 1998 mengalami penurunan.Dia menambahkan, bahwa pengembangan proyek Belanak merupakan salah satu bagian dari 28 pengembangan lapangan gas yang sedang berjalan. Proyek ini akan terus dikembangkan selama periode 2004 sampai 2008, dengan total investasi US $ 16 miliar."Selain itu proyek ini juga terkait dengan rencana pengembangan 10 lapangan minyak yang sedang dijalankan dan dikembangkan dalam kurun waktu yang sama dengan nilai investasi US $ 2,4 miliar," ungkap Rachmat. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads