Pemerintah akan Kaji Pengurangan Subsidi Bidang Energi
Senin, 25 Okt 2004 19:51 WIB
Jakarta - Pemerintah akan melakukan kajian mengenai pengurangan subsidi terutama di bidang energi. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan investasi dan daya saing di sektor energi.Demikian disampaikan Menter Kordinator Perekonomian, Aburizal Bakrie alias Ical saat memberikan pidato sambutan pada acara dialog dengan dunia usaha mengenai percepatan investasi, di Departemen Keuangan (Depkeu), Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (25/10/2004)."Subsidi akan dikurangi misalnya dari energi minyak. Pak Poernomo sudah ada kebijakan energi hanya belum dijalankan. Saya inginkan ini bisa berjalan bersama-sama," kata Ical.Ical juga mengatakan, ke depan kebijakan yang diambil adalah kebijakan yang prudent (hati-hati). "Yang jekas tidak akan ada kebijakan yang populis," kata Ical.Menurut Ical ada 3 hal yang perlu ditindaklanjuti saat ini, yakni peningkatakan investasi, pengidentifikasian industri yang diberikan prioritas, dan peningkatan daya saing komoditi dan produk Indonesia.Menyangkut kinerja 100 hari pemerintahan SBY, Ical menjelaskan dirinya sudah memberikan matrik kepada Bappenas. Matrik itu kemudian diisi oleh Bappenas dan dibahas yang selanjutanya akan diserahkan kepada menteri menteri teknis.Soal kebijakan di sektor industri, menteri perindustrian dalam waktu 3 bulan akan diminta membuat arahan pengembangan indutri. Misalnya menyangkut kebijakan ekspor.Sedangkan untuk menteri perdagangan dalam waktu dekat ini diminta untuk lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan menjelang lebaran.Sementara itu kebijakan lain yang penting dalam meningkatkan daya saing usaha adalah pemberantasan penyeludupan. Baik penyelundupan fisik seperti ilegal loging, ilegal fishing, ilegal trading maupun penyelundupan secara administratif."Penyelundupan harus dibeerantas secara bersama-sama. Saya akan melakukan inisiatif kerja sama dengan penegak hukum," ungkap Ical.
(djo/)











































