Harga Bahan Pokok Mahal, Gita Wirjawan Kembali Minta Maaf

Harga Bahan Pokok Mahal, Gita Wirjawan Kembali Minta Maaf

- detikFinance
Rabu, 17 Jul 2013 12:55 WIB
Harga Bahan Pokok Mahal, Gita Wirjawan Kembali Minta Maaf
Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan terus meminta maaf kepada masyarakat akibat tingginya harga beberapa produk pangan seperti bawang merah, cabai rawit dan daging sapi.

"Pokoknya kita lakukan (impor) supaya harga stabil supaya masyarakat nggak komplain. Termasuk harga cabai rawit dan bawang merah. Saya mohon maaf kalau harga cabai rawit dan bawang atau daging itu mahal," ujar Gita usai rakor pangan di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Pemerintah telah mengambil sikap untuk membuka keran impor atas tiga produk pangan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cabai kita akan impor 9.700 ton, shipment pertama 1.000-1.500 ton sebelum akhir bulan ini. Kalau bawang merah itu 17.000 ton, ini akan didatangkan sebelum akhir bulan ini, sebelum hari raya. Sekali lagi untuk kemarau basah, banyak panen yang tertunda. Di rapat Menko apa-apa aja yang harus kita antisipasi," imbuh Gita.

Sementara itu, untuk menekan harga daging sapi, pihaknya siap menambah alokasi kuota impor khusus sapi hidup siap potong di tahun 2013. Tahun 2013 pemerintah telah memberikan alokasi impor 80.000 ton setara daging ditambah 3.000 ton daging sapi beku milik Bulog.

"Kita akan melakukan importasi kalau harga melewati batas tertentu. Kita tidak akan melakukan importasi kalau harga masih di bawah level tertentu. Jadi kalau naik 10-15% itu kita akan lakukan importasi, kalau turun 10-15% dari harga disparitas kita tidak akan lakukan impor karena kita menaungi peternak," kata Gita.

Lebih lanjut Gita mengungkapkan kekecewaan karena penyerapan sapi siap potong yang berjumlah 109 ribu ekor masih minim. Gita pernah menyebut baru 30% dari 109 ribu ekor yang baru dipotong sisanya 70% belum dipotong.

"Kami juga cukup kecewa dengan pedagang atau petani sapi yang sudah diberikan alokasi dan akselerasi alokasi yang mana mereka sudah mendapatkan 109 ribu ekor, tapi belum atau bukan hanya memotong secara cepat, tapi belum menurunkan harga ke RPH dalam bentuk karkas itu dengan harga masih Rp 37 ribu/kg," jelas Gita.

(wij/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads