Wamendag: Sulit Pisahkan Masyarakat RI dengan Beras

Wamendag: Sulit Pisahkan Masyarakat RI dengan Beras

- detikFinance
Rabu, 17 Jul 2013 15:58 WIB
Wamendag: Sulit Pisahkan Masyarakat RI dengan Beras
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Beras atau nasi masih menjadi makanan pokok utama masyarakat di Indonesia. Sampai saat ini sulit untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap komoditas ini.

"Saat saya di IPB (Institut Pertanian Bogor) dan melakukan riset tahun 1964 sampai tahun 2004 menyimpulkan, diversifikasi pangan di Indonesia sulit berhasil terutama untuk beras. Beras menjadi non beras itu sulit juga karena budaya kuliner," ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat berdiskusi dengan Konsorsium Indonesia Sehat di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (17/7/2013).

"Opor, rendang tidak bisa dinikmati tanpa nasi putih. Kalau tumpeng bagaimana jadinya kalau tanpa nasi," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan dikatakan Bayu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pernah mengatakan, konsumsi masyarakat Indonesia terhadap gula dan beras sangat tinggi. Hasilnya masyarakat Indonesia rentan terkena penyakit diabetes melitus.

Kementerian Perdagangan sendiri tidak tinggal diam dan ikut mensosialisasikan produk pangan yang sehat walaupun tanpa mengkonsumsi beras.

"Di IPB ada beras analog yaitu nasi yang dibuat dari bahan singkong, kentang. Promosi Perdagangan kita akan lakukan. Kalau meragamkan karbohidrat selain beras seperti singkong, jagung dan sagu akan mempromosikan produk itu," jelas Bayu.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads