Pemerintah Fokuskan Program 100 Hari Dibanding White Paper
Selasa, 26 Okt 2004 11:52 WIB
Jakarta - Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pemerintah akan lebih fokus menyiapkan program 100 dan kebijakan lainnya seperti Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan program lima tahunan dibandingkan dengan pelaksanaan white paper sebagaimana yang dilakukan pemerintah sebelumnya."Kita sekarang fokus pada program 100 hari, RKP (tahunan) yang disetujui DPR dan program lima tahunan," kata Sri Mulyani sesaat sebelum rakor bidang perekonomian di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa, (26/10/2004).Menurut Sri Mulyani, program-program tersebut akan didialogkan dengan IMF. "Walaupun IMF melihat hal itu sebagai Post Program Monitoring (PPM) tapi kita menyebutnya dialog karena tidak ada lagi ikatan dengan LoI," ujarnya.Dia juga menjelaskan perbedaan PPM dengan dialog adalah kebijakan yang ada merupakan kebijakan yang disiapkan sendiri oleh pemerintah."Kalau ada yang tidak sesuai dengan frame work mereka nanti akan dikemukakan dan kita akan mengatakan terima kasih atas komentarnya. Kita kan punya kebijakan sendiri," kata dia.Rencananya dialog dengan IMF tersebut akan dilakukan dua kali dalam setahun. "Berapa kali IMF datang ke suatu negara berdasarkan kepentingannya dan perkembangan perekonomian negara tersebut yang dianggap strategis secara regional dan internasional. Mereka kan melihat dampak sistemik terhadap regional atau internasional," paparnya.Dia lalu mencontohkan, IMF juga berdialog dan mengunjungi Cina yang saat ini tengah menghadapi masalah dalam nilai tukarnya. IMF datang ke negeri tirai bambu itu 3-4 kali dalam setahun.
(mi/)











































