"Saya malah tidak tahu dan nggak kenal," ujar Sutarto kepada detikFinance, Kamis (18/7/2013).
Nama Nisin Sunito sangat tenar di Australia setelah sukses mendirikan bisnis peternakan melalui bendera Oceanic Multitrading Pty Limited yang mempunyai lahan 331.800 hektar. Sutarto merinci bagaimana Perum Bulog mendapatkan daging sapi beku dari Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun karena banyaknya jumlah RPH, Perum Bulog akhirnya menjalin kerjasama dengan Breeding Center Australia untuk memasok daging sapi ke Indonesia.
"Jadi kalau kita kerjasama dengan breeding Center Australia, kita arahnya impor daging, jadi urusannya dengan RPH, namun karena RPH itu tersebar jadi tidak mungkin. Tetapi mereka mempunyai jaringan perdagangan dan eksportir. Itu sudah terbentuk mata rantainya. Jadi panjang ceritanya," kata Sutarto.
(wij/hen)










































