"Calo dengan lokasi yang baru ini, sistem percaloan sudah susah," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay saat berdiskusi dengan media terkait pengoperasian Bandara Kuala Namu di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Senin (22/7/2013).
Menurut Herry berbeda dengan Bandara Polonia Medan, Bandara Kuala Namu mempunyai central point check in system, calo dipastikan sulit bergerak. "Dengan sistem central point check in, calo sudah tidak bisa lagi beroperasi dibandingkan dengan Bandara Polonia," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandara Kuala Namu menelan biaya pembangunan Rp 3,35 triliun akan beroperasi 25 Juli 2013 mendatang. Semenjak tanggal itu, penerbangan Bandara Polonia seluruhnya dialihkan ke Bandara Kuala Namu.
Bandara ini memiliki luas area keseluruhan 1.365 hektar. Pengerjaan pembangunan bandara dilakukan secara bertahap selama 6 tahun. Bandara Kuala Namu sudah diakui oleh dunia dengan kode bandara KNO.
(wij/hen)











































