Daging Impornya Ditolak Pedagang, Ini Tanggapan Bos Bulog

Daging Impornya Ditolak Pedagang, Ini Tanggapan Bos Bulog

- detikFinance
Senin, 22 Jul 2013 20:51 WIB
Daging Impornya Ditolak Pedagang, Ini Tanggapan Bos Bulog
Foto: Daging Bulog (Feby-detikFinance)
Jakarta - Pedagang daging sapi di Pasar Senen Jakarta Pusat menolak kehadiran daging sapi beku asal Australia milik Perum Bulog dalam rangka operasi pasar (OP). Apa tanggapan pihak Bulog?

"Ya sebenarnya saya tidak mau berpolemik, intinya masyarakat itu inginnya daging murah bukan daging yang harganya mahal," ucap Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso saat ditemui di kantor pusat BTN, Jakarta, Senin (22/7/2013).

Sutarto memaklumi alasan para pedagang yang menolak daging Bulog.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alasannya sih bukan karena besih atau tidak halal, melainkan pedagang sudah membeli daging sebelumnya dengan harga yang mahal jadi kalau daging kita masuk mereka yang rugi," ucapnya.

Namun Sutarto yakin, tidak akan lama lagi pedagang di pasar tradisional akan menerima dan mau menjual daging Bulog.

"Tapi saya yakin tidak lama lagi mereka akan terima daging kami, ini cuma masalah waktu, karena daging kita kualitasnya jauh lebih baik dan harganya sangat murah," kata Sutarto.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, pedagang di Pasar Senen menolak daging murah Bulog karena ukuran yang terlalu besar dan sulit dipotong.

"Di Pasar Senen kami sudah sikapi ini karena ukuran daging terlalu besar dan sulit dipotong. Dan ada keterbatasan dengan alat penyimpanan yaitu cold storage," ujar Gita.

Menurut Gita, Bulog sudah mengantisipasi dengan membidik pasar lain yang menerima kehadiran daging Bulog seperti Pasar Kramat Jati dan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.

"Sudah difasilitasi dan didistribusikan di tempat lain dan ke depannya kita sudah membantu pasok ke Pasar Senen agar sapi-sapi yang sudah dipotong jadi lebih kecil dan cold storage kita sediakan," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Daging Indonesia Asnawi mengatakan sangat wajar pedagang menolak kehadiran daging sapi milik Bulog. Menurutnya tidak ada perjanjian secara resmi antara Bulog dan pedagang. Apalagi tidak adanya pengaturan teknis penjualan daging sapi beku di pasar tradisional.

"Wajar dong, karena kami tidak melakukan kerjasama dengan Perum Bulog. Bulog hanya melakukan kerjasama dengan para distributor daging. Jadi wajar kalau kami menolak. Selain itu di dalam undang-undang peternakan dijelaskan bahwa daging beku ini tidak boleh diserap ke pasar becek, yang boleh hanya daging segar saja," jelas Asnawi.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads