Saat itu JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, menjadi pemasok dan menggarap proyek-proyek transmisi kelistrikan di PLN. Pengalamannya dengan PLN terbagi menjadi beberapa periode periode mitra bawahan PLN, menjadi atasan PLN dan mitra sejajar PLN.
"Hubungan saya dengan PLN ada 3 tahapan. Waktu masih muda cari proyek transmisi. Kemudian tahun 2000-an memerintahkan (Jadi Wapres) proyek. Tahap pertama dimarahi tahap kedua memarahi," ucap JK saat acara penandatangan kerjasama antara PLN dan Kalla Group menggarap PLTA Merangin 350 Mega Watt (MW) di Kantor Pusat PLN Jakarta, Kamis (25/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
direksi PLN.
"Saya memerintah bagaimana bangun 10.000 mw (tahap I). Saya yang paling marah ada direksi PLN yang bilang cukup bangun 3.000 MW, saya marah. Berhenti saja jadi direksi. Negeri ini tergantung pada listrik," kata JK.
Pasca berhenti sebagai Wapres, JK mengaku hubungan dengan PLN berlanjut menjadi mitra strategis. Melalui perusahannya yakni Kalla
Group, pihaknya menjalin kerjasama pengembangan pembangkit listrik di Provinsi Jambi dan Poso Sulawesi Tengah.
(feb/hen)











































