Dirut: KAI Membuat 2 Tonggak Sejarah Baru Sekaligus

Dirut: KAI Membuat 2 Tonggak Sejarah Baru Sekaligus

- detikFinance
Jumat, 26 Jul 2013 08:18 WIB
Dirut: KAI Membuat 2 Tonggak Sejarah Baru Sekaligus
Jakarta - Tahun ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuat 2 tonggak sejarah baru sekaligus. Kedua tonggak sejarah ini telah dipersiapkan dengan susah payah selama lebih dari 3 tahun. Apa saja?

Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengatakan, dua tonggak sejarah baru kereta api di Indonesia adalah semua Kereta Rel Listrik (KRL) menggunakan AC, dan dioperasikannya kereta bandara pertama di Indonesia yaitu kereta bandara Kualanamu.

"Saya sangat bangga dan percaya bahwa kedua tonggak baru KAI ini akan membawa KAI ke proses selanjutnya yang lebih modern, lebih menyesuaikan zaman, dan lebih melayani," kata Jonan kepada detikFinance, Jumat (26/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jonan mengatakan, sejak dirinya bergabung dengan KAI, dia selalu memimpikan layanan komuter yang satu kelas saja yaitu kelas yang manusiawi. "Setelah bergelut selama hampir 3 tahun, ternyata hari ini impian itu terwujud," ujar Jonan.

Selain itu, Jonan juga mengutip pernyataan pebulutangkis Taufik Hidayat dan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang pernah disampaikan kepadanya:

"Terkait penghapusan KRL ekonomi. Saya teringat bahwa pada saat menjabat PM India Nyonya Indira Gandhi pada 1984 telah menghapus KA third class karena dinilai tidak manusiawi. Hingga saat ini penghapusan KA third class di India masih dalam tataran terminologi, belum terhapus dalam tataran operasional. Ternyata semangat Nyonya Indira Gandhi justru mendapat tempatnya di Indonesia, masih dalam tataran terminologi, belum terhapus dalam tataran operasional. Ternyata semangat Nyonya Indira Gandhi justru mendapat tempatnya di Indonesia."

Jonan mengatakan, kereta bandara pertama di Indonesia telah meluncur pada 25 Juli 2013 kemarin, dengan segala kekurangan dalam pelayanan, keamanan, serta sarana yang belum baru, karena yang baru akan datang di bulan depan.

"Namun, secara keseluruhan pelayanan sangat mengesankan para pengguna yang berjumlah sekitar 2.500 orang pada hari pertama pada harga karcis Rp 80 ribu," kata Jonan.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads