Berkebun Emas yang Bikin Terpikat

Berbisnis Emas Di Tengah Krisis

Berkebun Emas yang Bikin Terpikat

- detikFinance
Jumat, 26 Jul 2013 10:50 WIB
Berkebun Emas yang Bikin Terpikat
Jakarta - Sisa belanja harian amat berharga bagi Fitria Husna, seorang ibu 37 tahun. Alih-alih dibelanjakan untuk kebutuhan lain, Fitria malah menyimpannya sedikit demi sedikit untuk membeli emas. Bukan! Bukan perhiasan melainkan emas investasi.

Setelah dirasakan cukup, Fitria pun melenggang ke kantor Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang, di Pulogadung, Jakarta Timur, seperti pada Selasa lalu. Di sana dia menukar duit jadi logam mulia. Total, dirinya sudah menabung 15-20 gram emas.

Fitria diuntungkan oleh harga emas yang sedang turun akhir-akhir ini. Menurut dia, kondisi seperti itu adalah pertanda bagi investor untuk berbelanja. Harga turun membuat sisa uang belanja pun bisa disisihkan untuk jadi logam mulia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah lima tahun Fitria menginvestasikan uangnya di logam mulia itu. Jumlah emas yang dimilikinya naik turun. Saat banyak kebutuhan, seperti akhir-akhir ini di mana dia harus membayar biaya anak masuk sekolah dan perobatan orang tua, emas bisa dilipat jadi duit dengan lekas.

Model jual cepat seperti itulah yang membuat Fitria kepincut. “Jual emas itu cepat, banyak yang mau menampung. Jadi uangnya bisa cepat didapat, tidak seperti asuransi yang harus menunggu lama,” tutur sosok yang berharap investasi emas itu bisa membiayainya naik haji, kelak.

Antonius Kuncoro (60), seorang pensiunan pegawai bank, juga termasuk yang optimistis di tengah turunnya harga emas baru-baru ini. Harga anjlok, menurut sosok yang berinvestasi sejak 1999 ini, hanya bersifat sementara.

“Jangan berpikir jangka pendek, harus sabar dan tunggu waktu yang tepat kalau akan dijual,” kata Kuncoro, yang sukses membiayai dua anaknya masuk universitas.

Harga emas terus naik (gettyimages)Tri Hartono, Corporate Secretary Divison Head PT Aneka Tambang (Antam), mengatakan sejak dahulu emas merupakan sarana investasi yang aman karena nilainya yang stabil tidak tergerus inflasi dan bahkan cenderung terus meningkat. Penerimaan masyarakat akan bisnis ini, kata dia, sangat baik dan positif.

“Menyusul peningkatan harga emas yang signifikan beberapa waktu lalu dan maraknya sosialisasi tentang investasi emas dari banyak pihak,” kata Tri pada Kamis lalu. “Masyarakat juga sudah mulai teredukasi tentang keuntungan yang bisa didapat dengan berinvestasi emas.”

Antam, kata Tri, melayani pembelian perorangan maupun korporasi. Salah satu pelanggan korporasinya adalah PT Pegadaian. Tri mengakui bahwa harga emas memang fluktuatif, sebagai bagian dari mekanisme pasar. Saat ini kondisi ekonomi secara global sedang tidak kondusif sehingga juga berdampak terhadap harga emas.

“Namun ke depannya trend harga emas diprediksi oleh beberapa analis tetap positif,” kata Tri.

Optimisme inilah yang membuat Kuncoro tak pernah ragu menukar duitnya dengan batangan-batangan emas. Dia malah menyesal tak memulai investasi itu lebih lama, malah memilih asuransi yang terbukti gagal memenuhi kebutuhannya meski sudah membayar premi selama bertahun-tahun. “Padahal kalau dari dulu, keuntungannya pasti sudah berlipat-lipat,” ujarnya.




(DES/DES)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads