Setelah dirasakan cukup, Fitria pun melenggang ke kantor Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang, di Pulogadung, Jakarta Timur, seperti pada Selasa lalu. Di sana dia menukar duit jadi logam mulia. Total, dirinya sudah menabung 15-20 gram emas.
Fitria diuntungkan oleh harga emas yang sedang turun akhir-akhir ini. Menurut dia, kondisi seperti itu adalah pertanda bagi investor untuk berbelanja. Harga turun membuat sisa uang belanja pun bisa disisihkan untuk jadi logam mulia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Model jual cepat seperti itulah yang membuat Fitria kepincut. “Jual emas itu cepat, banyak yang mau menampung. Jadi uangnya bisa cepat didapat, tidak seperti asuransi yang harus menunggu lama,” tutur sosok yang berharap investasi emas itu bisa membiayainya naik haji, kelak.
Antonius Kuncoro (60), seorang pensiunan pegawai bank, juga termasuk yang optimistis di tengah turunnya harga emas baru-baru ini. Harga anjlok, menurut sosok yang berinvestasi sejak 1999 ini, hanya bersifat sementara.
“Jangan berpikir jangka pendek, harus sabar dan tunggu waktu yang tepat kalau akan dijual,” kata Kuncoro, yang sukses membiayai dua anaknya masuk universitas.
Tri Hartono, Corporate Secretary Divison Head PT Aneka Tambang (Antam), mengatakan sejak dahulu emas merupakan sarana investasi yang aman karena nilainya yang stabil tidak tergerus inflasi dan bahkan cenderung terus meningkat. Penerimaan masyarakat akan bisnis ini, kata dia, sangat baik dan positif. “Menyusul peningkatan harga emas yang signifikan beberapa waktu lalu dan maraknya sosialisasi tentang investasi emas dari banyak pihak,” kata Tri pada Kamis lalu. “Masyarakat juga sudah mulai teredukasi tentang keuntungan yang bisa didapat dengan berinvestasi emas.”
Antam, kata Tri, melayani pembelian perorangan maupun korporasi. Salah satu pelanggan korporasinya adalah PT Pegadaian. Tri mengakui bahwa harga emas memang fluktuatif, sebagai bagian dari mekanisme pasar. Saat ini kondisi ekonomi secara global sedang tidak kondusif sehingga juga berdampak terhadap harga emas.
“Namun ke depannya trend harga emas diprediksi oleh beberapa analis tetap positif,” kata Tri.
Optimisme inilah yang membuat Kuncoro tak pernah ragu menukar duitnya dengan batangan-batangan emas. Dia malah menyesal tak memulai investasi itu lebih lama, malah memilih asuransi yang terbukti gagal memenuhi kebutuhannya meski sudah membayar premi selama bertahun-tahun. “Padahal kalau dari dulu, keuntungannya pasti sudah berlipat-lipat,” ujarnya.
(DES/DES)











































