Priok Macet, Lampung dan Banten Jadi Pelabuhan Alternatif Sapi Impor

Priok Macet, Lampung dan Banten Jadi Pelabuhan Alternatif Sapi Impor

- detikFinance
Jumat, 26 Jul 2013 14:28 WIB
Priok Macet, Lampung dan Banten Jadi Pelabuhan Alternatif Sapi Impor
Jakarta - Pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengusulkan dua pelabuhan sebagai lokasi alternatif untuk mendatangkan daging dan sapi siap potong impor selain Tanjung Priok. Kemacetan di Priok membuat khawatir daging dan sapi potong terhambat pembongkarannya saat tiba di Tanah Air.

"Kita sedang koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memindahkan ke pelabuhan yang tidak terlalu berat terutama untuk industri yang dapat menampung jauh lebih banyak. Pelabuhan Lampung atau Banten jadi alternatif yang bisa dipertimbangkan," ungkap Wakil Menteri Perdagangan (Wamendeg) Bayu Krisnamurthi saat berdiskusi dengan media di Kemendag, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Awalnya pemerintah telah membidik Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur (Jatim) sebagai basis tempat alternatif pendaratan daging dan sapi potong. Namun kondisi Pelabuhan Tanjung Perak saat ini hampir sama dengan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sisi lain, kita sedang berpikir untuk menjadikan Surabaya sebagai basis. Namun saat ini kita masukan produk hortikultura impor dari Jatim, terjadi konjungsi juga. Lampung dan Banten potensial namun sarana karantina belum cukup. Sehingga kita usulkan untuk mengembangkan," imbuhnya.

Kemacetan di Tanjung Priok diprediksi masih akan terjadi hingga 2016. Hal ini karena proyek pembangunan pengembangan Pelabuhan Priok baru akan rampung di tahun tersebut.

"Mengenai pelabuhan untuk daging, salah satu faktor penting karantina. Jadi bisa dimasukan ke pelabuhan yang mempunyai karantina. Priok bebannya berat mungkin hingga tahun 2016 pembangunan baru selesai, jadi ada konjungsi yang berat di sana," cetusnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads