SBY Minta Ditjen Bea Cukai Tingkatkan Pelayanan Kepabeanan
Rabu, 27 Okt 2004 15:17 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk meningkatkan aspek pelayanan di bidang kepabeanan. Pasalnya, sejumlah pengusaha baik domestik maupun luar negeri masih mengeluhkan aspek pelayanan bea cukai dan kepelabuhan. "Presiden memberikan pengarahan secara langsung kepada jajaran bea cukai. Ada 3 hal utama yang disoroti dan salah satunya dalah aspek pelayanan ," kata Dirjen Bea Cukai Eddy Abdurrahman kepada wartawan usai menerima kunjungan SBY di Kantor Ditjen Pajak, Rawamangun, Jakarta, Rabu (27/10/2004).Selain masalah pelayanan, lanjut Eddy, Presiden juga menekankan agar bea cukai bersama dengan Polri melakukan upaya penegakan hukum dan pemberantasan penyelundupan. "Masalah ini penting karena bisa mempengaruhi sendi-sendi perekonomian misalnya dalam perdagangan, penyelundupan ini bisa jadi hantaman ke industri kita," ujar EddyPresiden, lanjut Eddy juga menyoroti aspek penerimaan negara dari bea cukai dimana bea cukai telah menyiapkan beberapa langkah untuk meningkatkan penerimaan diantaranya melakukan intensifikasi dalam pemeriksaan kepabeanan, penilaian harga barang yang disampaikan oleh importir dan peningkatan analisis intelijen terhadap berbagai pelanggaran. Meski demikian, Eddy mengaku pihaknya pada tahun depan kemungkinan tidak akan melakukan perubahan kebijakan di bidang cukai karena langkah itu merupakan bagian restrukturisasi usaha industri hasil tembakau agar industri itu bisa berjalan dan menyerap lapangan kerja.Ditempat yang sama Menkeu Jusuf Anwar menanggapi kunjungan Presiden ke kedua instansinya yakni Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai sebagai bentuk perhatian yagn serius kepala negara tehdap fungsi dan tugas kedua instansi itu. "Diharapkan kedua instansi tersebut bisa melaksanakan dan meningkatkan upaya pengefektifan dan pengefisienan tugas," demikian Jusuf Anwar.
(qom/)










































