SBY Dinilai Belum Memiliki Program Agar Pasar Efisien

SBY Dinilai Belum Memiliki Program Agar Pasar Efisien

- detikFinance
Rabu, 27 Okt 2004 15:55 WIB
Jakarta - Pemerintahan SBY dinilai belum memiliki program yang jelas untuk membuat pasar lebih efisien sehingga investor bisa tertarik menanamkan modalnya di Indonesia. Sejumlah masalah governance, transparansi dan akuntabilitas dinilai juga belum jelas. Demikian disampaikan Pengurus ISEI Anwar nasution dalam seminar mengenai peluang bisnis pada masa pemerintahan baru di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (27/10/2004)."Iklim usaha kita sekarang ini semakin kurang kondusif. Biaya transaksi pasar makin tinggi dan pasar kita menjadi segmented atau terkotak-kotak dan belum kelihatan apa program pemerintah untuk membuat pasar lebih efisien. Belum terlihat adanya upaya untuk meningkatkan governance, transparansi dan akuntabilitas sektor negara termasuk BUMN dan BUMD," tegas AnwarSelain itu, lanjut Anwar, sejauh ini juga belum terdengar apakah kebijakan Meneg BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN bias membuat misalnya PT Garuda Indonesia bisa menyaingi Silk Air atau Singapore Airline dan bagamana membuat Bank Mandiri dapat bersaing dengan The Development Bank of Singapor. "Juga belum terdengar apa kebijakan pemerintah untuk melindungi hak milik individu yang merupakan komponen utama sistem ekonomi pasar. Ini menyangkut penyelesaian kasus Cemex, APP dsb. Jika ini semua tidak dibereskan, siapa yang berani melakukan investasi di Indonesia," tegas Ketua BPK terpilih ini.Sementara Dirut BRI Rudjito menegaskan, ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah agar perbankan bisa membiayai sektor ril agar bisa bangkit kembali. Langkah tersebut adalah pembangunan infrastruktur, membuat visi yang jelas soal sektor ril, transparansi agar distribusi berjalan lancar. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads