Harga Daging Sapi di Tempat Penggemukan Mulai Turun

Harga Daging Sapi di Tempat Penggemukan Mulai Turun

- detikFinance
Senin, 29 Jul 2013 09:46 WIB
Harga Daging Sapi di Tempat Penggemukan Mulai Turun
Bandung - Harga daging sapi di tingkat pengusaha penggemukan sapi (feedloter) mengalami penurunan. Kondisi tersebut berlangsung sejak sepekan lalu atau Jumat (19/7/2013).

"Harganya sekarang terjun bebas atau mengalami penurunan drastis," jelas General Manager PT Lembu Jantan Perkasa, Said Zulvalutvy, saat berbincang bersama detikFinance di kantornya, Jalan Mileter KM-01, Desa Darangdan, Jawa Barat, Senin (29/7/2013).

Said menyebutkan, saat ini pihaknya menjual sapi hidup seharga Rp 33 ribu per kilogram dari semula Rp 36 ribu per kilogram. Sapi impor yang dijual PT Lembu Jantan Perkasa didatangkan langsung dari Australia. Menurut Said sapi bakalan ini biasa disebut sapi Brahman Cross (BX).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengusaha feedloter menyambut positif proses tata niaga impor yang berpindah kewenangannya dari Kementerian Pertanian (Kementan) kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag). Terlebih perihal janji Kemendag menambah kuota impor sapi untuk sapi siap potong. Melalui sistem satu atap, semua perizinan impor hanya dilakukan di Kemendag.

Sebelumnya, harga daging sapi di pasaran makin meroket dan bertahan lama hingga menembus Rp 100 ribu per kilogram. Pemerintah mengupayakan agar harga daging sapi stabil pada kisaran Rp 75 ribu per kilogram. Salah satu cara menstabilkan harga daging sapi yakni membuka kran impor daging tambahan.

"Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan siap menambah kuota impor sapi untuk buat sapi siap potong. Nah, hal tersebut bepengaruh sekali terhadap harga daging sapi di pasaran saat ini. Buktinya harga daging sapi di tingkat feedloter sudah turun," ungkap Said.

Adanya kuota tambahan sapi impor, membuat PT Lembu Jantan Perkasa berani melego sapi BX kepada pedagang di wilayah Bandung Raya seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

"Sebenarnya kami rugi harus menjual 33 ribu rupiah per kilogram, tapi karena ada statemen pemerintah soal kuota impor sapi ditambah, maka (sapi di kandang) kami lepas. Kami pun harus patuh dengan permintaan pemerintah agar mempercepat suplai pasar. Ya, karena kami berprinsip dengan kuota tambahan masuk nanti, kandang tidak bakal kosong," tutur Said.

Turunnya harga sapi hidup per kilogram itu, menurut Said, hasil kesepakatan dan komitmen dari Asosiasi Pedagang Sapi dan Feedloter Indonesia (Apfindo).

Berdasarkan penelusuran detikcom ke Rumah Potoh Hewan (RPH) Cirangrang, Kota Bandung, sejumah pedagang sapi impor mengaku lega melakoni bisnisnya. Pasokan sapi ke RPH milik Pemkot Bandung ini pun kembali meriah sejak sepekan lalu. Di RPH yang dikelola Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung itulah sapi BX milik PT Lembu Jantan Perkasa didistribusikan pedagang serta pengecer di sejumlah pasar induk serta pasar tradisional yang berdomisili di Bandung Raya.

"Adanya keputusan pemerintah menambah kuota impor sapi siap potong ini memang berpengaruh menurunkan harga daging. Ya, otomatis daging sapi lokal pun ikut turun," kata salah satu pedagang sapi, Ahmad Nurjaman (36) atau akrab disapa Haji Totong, kepada detikcom di RPH Cirangrang, Jalan Kopo, Kota Bandung.

Ahmad seharinya mengumpulkan 50 sapi BX ke RPH Cirangrang. Ia memperoleh pasokan dari dua perusahaan penggemukan sapi di Jabar. Sewaktu daging sapi harganya meroket, pedagang di Pasar Caringin Bandung ini memeperoleh sapi BX hidup berbobot 400-500 kilogram dengan harga Rp 36 ribu per kilogram. "Alhamdulillah sekarang turun menjadi 33 ribu rupiah per kilogram," ucap Ahmad.

Ahmad berharap kondisi harga sapi hidup yang dijual perusahaan feedloter tetap bertahan hingga nanti lebaran Idul Fitri. "Jangan sampai sewaktu lebaran nanti, harga daging sapi kembali mahal di pasaran. Percuma juga kalau permintaan tinggi, tapi stok sapinya kosong," papar Ahmad.

(bbn/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads