Persoalan Makam Mbah Priok Terkait Proyek Tol Sudah Selesai

Persoalan Makam Mbah Priok Terkait Proyek Tol Sudah Selesai

- detikFinance
Rabu, 31 Jul 2013 16:53 WIB
Persoalan Makam Mbah Priok Terkait Proyek Tol Sudah Selesai
Makam Mbah Priok Dilihat dari Googlemaps
Jakarta - Persoalan Makam Mbah Priok yang sempat menjadi kendala pembangunan proyek tol akses Tanjung Priok kini sudah selesai. Telah ada kesepakatan antara ahli waris dengan pemerintah daerah termasuk PT Pelindo II.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Satuan Kerja Jalan Bebas Hambatan Akses Tanjung Priok Kementerian Pekerjaan Umum, Bambang Nurhadi kepada detikFinance, Rabu (31/7/2013).

"Makam Mbah Priok selesai Alhamdulillah, pada tanggal 4 Juli sudah dilakukan islah (pembicaraan damai) antara PT Pelindo II dengan ahli waris," kata Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dilakukan pembicaraan bersama warga, maka pada tanggal 9 Juli 2013, dilakukan juga islah bersama para Musyawarah Pimpinan Daerah Jakarta.

"Lalu, tanggal 9 semacam acara islah yang resmi dengan Muspika seperti aparat, walikota, dan para pemangku kepentingan lain bersama ahli waris dan selesai, sekarang kita sudah mulai investigasi tanah," jelasnya.

Bambang menjelaskan Makam Mbah Priok tidak digusur atau dipindah ke tempat lain, melainkan dibuatkan semacam tempat khusus (klaster) agar tidak menghalangi trase jalan tol.

"Tidak dipindahkan, tapi dibuatkan klaster, bersama masjid dan segala aktivitasnya," katanya.

Rencananya proyek ini ditargetkan beroperasi di akhir 2014, setelah sebelumnya pembangunan tol yang diberi nama paket 3 Seksi E-2A atau Koja-Simpang Jampea ini mengalami kendala sosial.

Diantaranya pengerjaan ramp ON/OFF atau pintu masuk dan keluar ruas tol sepanjang 1,92 km tersebut bersinggungan atau melintasi makam Ex Dobo yang lebih dikenal makam Mbah Priok.

Proyek ini didanai oleh APBN melalui pinjaman pemerintah Jepang (JICA). Kontrak senilai Rp 1,1 triliun ini dilaksanakan oleh kontraktor Obayashi joint operation dengan Jaya Konstruksi, dengan konsultan Katahira & Engineers International.

Seksi E-2A merupakan satu dari 6 paket pekerjaan TgPA dengan panjang 1,9 km, dengan target penanganan Main Road sepanjang 1,9205 Km, Viaduct section 1,920 Km, Total on/off Ramp 2.200 Km, FO Jalan Arteri 910 m.

Paket E-2A merupakan bagian dari program pembangunan jalan strategis akses Tanjung Priok. Meliputi ruas Rorotan-Semper-Cilincing-Koja-Simpang Jampea dan Jalan Yos Sudarso dengan panjang 10,2 km. Total pembiayaan keempat paket sekitar Rp 3,3 triliun.

Tol akses Tanjung Priok diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan jalan di wilayah Jakarta dan mengurangi kepadatan lalu lintas. Juga sebagai akses ke Pelabuhan Tanjung Priok dan fasilitas pelabuhan terkait dan menghubungkan ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) dengan Jakarta Inter Urban Toll (JIUT).

(zul/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads