Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juli 2013 mencapai 3,29%. Angka ini cukup tertinggi sejak tahun 1999 atau pasca krisis moneter (krismon) 1998 silam.
"Inflasi secara month to month (mtm) yang sebesar 3,29% pada bulan Juli 2013 itu tertinggi sejak tahun 1999. Kemudian secara Yoy itu juga tertinggi sejak tahun 1999," kata Kepala BPS Suryamin di Kantornya, Jakarta, Kamis (1/8/2013).
"Karena tahun 1998 itu adalah masa krisis ekonomi yang besar. Itu bulan Juli tahun 1998 saja mencapai 8,56%," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflasi yang tinggi ini dipengaruhi kenaikan harga ikan sebagai bahan makanan dan tarif angkutan yang naik karena mengikuti kenaikan harga BBM.
Berikut ini faktor-faktor yang menyumbang inflasi Juli 2013:
- Bensin dengan andil 0,77%. Perubahan harga (PH) 25,27%. Termasuk di dalamnya Premium, Solar, Pertamax dan Pertamax plus.
- Tarif angkutan dalam kota 0,54%. PH 21,5%. Dampak kenaikan harga BBM, kenaikan terjadi 66 Kota IHK, terutama kota Kupang dan serang.
- Bawang Merah, andil 0,48%. PH 62,28%. Pasokan berkurang di pasaran. Terjadi kenaikan di 66 kota IHK. Paling besar di Bima dan Tanggerang.
- Ayam Beras 0,22%. PH 14,59%. Kenaikan tertinggi di Pare-pare dan Kediri.
- Ikan segar, andil 0,11%. PH 4%. Karena anomali cuaca, cuaca tidak menentu. Ikan bandeng dan ikan kembung dengan kenaikan tertinggi.
- Cabai Rawit, andil 0,11%. PH 55,26%. Dipicu stok yang kurang di pasaran, terutama yang merah. Tertinggi kenaikan di Sumenep dan Madiun.
- Beras, andil 0,08%. PH 1,46%. Tidak tinggi tapi berpengaruh. Akibat masa panen telah habis.
- Tarif Angkutan Udara andil 0,08%. PH 10,32%. Ini karena masa libur sekolah.
- Tarif angkutan antara kota, andil 0,07%. PH terhadap Juni 12,15%. Dampak dari kenaikan harga BBM.
- Telur Ayam ras 0,06%. PH 7,31%. Ini karena meningkat menjelang puasa dan lebaran.
- Daging, Andil 0,04%. PH 3,88%. Permintaan daging sapi yang meningkati awal bulan puasa.paling tinggi di Ternate dan Tanggerang
- Nasi lauk, andil 0,04%. PH 1.68%. Dipengaruhi oleh naiknya harga bahan baku. Kenaikan terjadi tertinggi di Balikpapan dan Tanjung Pinang.
- Kentang, andil 0,03%. PH 14,42%. Kenaikan tertinggi di Ternate dan Bengkulu. Karena awal puasa perlu kentang buat bikin perkedel.
- Tomat Sayur, andil 0,03%. PH 17%. Kenaikan tertinggi di Bima dan Mataram.
- Cabai Merah, andil 0,03%. PH 4,8%. Dipicu oleh kurangnya stok di pasaran akibat cuaca yang tidak menentu.
- Ayam goreng , andil 0,28%. PH 3,09%
- Kue kering berminyak, andil 0,02%. PH 6,5%. Dipengaruhi oleh naiknya harga bahan dasar.











































