Padahal program stabilisasi harga sudah dilakukan oleh pemerintah, khususnya oleh Perum Bulog. Namun pelaku ritel mengaku belum mendapat pasokan daging dari program stabilisasi harga tersebut.
"Harga daging di pasar modern atau ritel masih tinggi, di atas Rp 100.000 per Kg, padahal kran impor sapi sudah dibuka, namun sampai sekarang untuk dapat dagingnya pun kami susah," ucap Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid, dihubungi detikFinance, Kamis (1/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara untuk harga daging top side Rp 139.000 per Kg, in side Rp 129.000 per kilo dan silver side Rp 129.000 per kilo," ungkap Satria.
Satria mengaku heran harga daging belum turun di ritel, padahal Bulog sudah impor daging sapi dan melakukan operasi pasar. Bahkan sudah ada 1.374 ekor sapi impor siap potong yang sudah masuk ke Tanjung Priok, dan kebijakan daging prime cut bebas tanpa kuota.
"Kalau benar daging sapi itu sampai ke kami dan pedagang sapi tentu harga daging langsung turun, tapi sampai saat ini mendapatkannya pun (daging) sulit, makanya harganya masih tinggi," tandasnya.
(rrd/hen)










































