Noorsy: APBN 2005 Harus Diubah
Kamis, 28 Okt 2004 11:53 WIB
Jakarta - Pemerintahan SBY harus mengubah APBN 2005 warisan pemerintah sebelumnya. Jika tidak, mustahil pemerintahan SBY akan berpihak kepada rakyat kecil.Demikian ditegaskan pengamat ekonomi, Ichsanuddin Noorsy, dalam sebuah diskusi bertajuk 'Telaah Kritis Kabinet SBY' di Hotel Alia, Jl. Cikini Raya, Jakarta, Kamis (28/10/2004)."SBY hanya omong kosong saja mengatakan berpihak kepada rakyat selama berpegang pada APBN 2005. Sebab isi APBN tersebut hanya berpihak pada pengusaha dan pemilik modal saja," kata Noorsy.Noorsy menjelaskan, dana dalam APBN 2005 hanya dianggarkan untuk membayar utang. Sekian triliun rupiah, sambung Noorsy, juga hanya diperuntukan bagi para pengusahan dan pemilik modal."Tidak ada dana yang dialokasikan untuk UKM dan rakyat kecil. Kalau tetap menggunakan APBN 2005, saya jamin SBY dan tim nya tidak bisa menjawab bila ditanya seberapa banyak pengangguran bisa dikurangi dan seberapa banyak kemiskinan bisa ditangani pada tahun 2005 nanti," ungkap Noorsy.Bekas anggota DPR dari Partai Golkar ini juga mengkritik alokasi dana untuk pendidikan dan kesehatan dalam APBN 2005. Menurut Noorsy, RAPBN 2005 menjadikan institusi pendidikan dan kesehatan menjadi komersil. Jika tidak diubah, yang ada hanya semakin menyengsarakan rakyat," ungkap Noorsy."Kebijakan mempertahankan APBN 2005 ini adalah salah. Bagaimana bisa mengakomodasi kepentingan rakyat, jika dalam APBN yang diwariskan pemerintah sebelumnya jelas-jelas merugikan rakyat," imbuh Noorsy.
(djo/)











































