Pilpres II Lancar, Indeks Keyakinan Konsumen Melejit
Kamis, 28 Okt 2004 13:41 WIB
Jakarta - Lancarnya pemilihan presiden putaran kedua pada September lalu telah membuat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di bulan yang sama melejit hingga menembus level 100,7. Angka ini merupakan angka tertinggi sejak awal 2002.Demikian hasil Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) terhadap 2.900 rumah tangga di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Bandar Lampung, Palembang dan Banjarmasin, dan dipublikasikan melalui situsnya, pekan ini."Tanpa terpengaruh peristiwa peledakan bom di Kuningan, Jakarta pada 9 September 2004 lalu, sebagian besar konsumen tampaknya masih memperkirakan prospek ekonomin yang baik," demikian hasil survei tersebut.Dipaparkan, kedua komponen indeks memberikan kontribusi pada pencapaian level optimis, yakni Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) yang naik menjadi 81,1 dari 80,5 pada Agustus dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang naik menjadi 120,2 dari 116,4.Pada bulan September ini sebanyak 64 persen responden memperkirakan penghasilan mereka akan naik, sama dengan bulan sebelumnya. Sedangkan jumlah konsumen yang menyatakan penghasilan mereka akan turun 6-12 bulan ke depan hanya sekitar 4 persen.Terkait dengan ekspektasi inflasi, hasil survei September mengindikasikan sebagian besar konsumen masih memiliki ekspektasi akan terjadi kenaikan harga pada 6-12 bulan mendatang.Responden yang mempunyai ekspektasi akan terjadi inflasi masih sekitar 73 persen, sementara yang memiliki ekspektasi sebaliknya hanya 11 persen, naik sedikit dibanding bulan sebeluumnya yang 10 persen.Konsumen memperkirakan inflasi akan terjadi pada kelompok bahan makanan, sandang, perumahan dan bangunan, serta transportasi dan komunikasi.Sementara mengenai suku bunga, sebagian besar konsumen juga memiliki ekspektasi suku bunga akan meningkat 48 persen, sedikit naik dari 47 persen pada bulan sebelumnya. Sementara jumlah responden yang memperkirakan suku bunga akan relatif stabil jumlahnya turun dari 40 persen menjadi 36 persen.Sedangkan jumlah konsumen yang memperkirakan prospek ekonomi ke depan sekamin membaik meningkat dari 56 persen menjadi 58 persen. Namun respondenyang memperkirakan prospek ekonomi akanmemburuk juga meningkat dari 10 persen menjadi 12 persen.Mengenai pengangguran, secara keseluruhan jumlah responden yang mengatakan jumlah pengangguran saat ini semakin meningkat dibandingkan 6-12 bulan yang lalu sekitar 77 persen. Demikian juga dengan responden yang memperkirakan jumlah pengangguran akan meningkat pada 6-12 bulan mendatang jumlahnya cenderung turun menjadi 65 persen dari 70 persen pada bulan sebelumnya.Hasil survei konsumen September 2004 juga mengindikasikan konsumen memiliki persepsi bahwa saat ini merupakan waktu yang kurang tepat untuk membeli barang tahan lama. Bahkan indeksnya terus turundari 79,2 pada bulan sebelumnya menjadi 75,4.
(mi/)











































