Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2013 sebesar 5,81%. Pertumbuhan turun di bawah 6%.
Dalam 3 bulan di April-Juni 2013, ekonomi Indonesia tumbuh 2,61%.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Suryamin dalam pemaparan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2013 di Kantor BPS, di Jakarta, Jumat (2/8/2013).
"Jika melihat kumulatif semester I-2013 pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,92%," ungkap Suryamin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, BPS juga mencatat pertumbuhan sektor listrik, gas dan air bersih yang mengalami kenaikan hingga 4,84%.
"Perdagangan, hotel dan restoran naik 4,5% karena peningkatan wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara pada triwulan II," ungkap Suryamin.
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi RI paling tinggi adalah sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 11,46%. Kemudian keuangan, real estate dan jasa perusahaan mencapai 8,07%. Adapun sektor konstruksi mencapai 6,8%.
"Laju pertumbuhan ekonomi terjadi hampir di seluruh sub sektor kecuali pertambangan dan penggalian," ungkap Suryamin.
Lebih jauh Suryamin mengatakan, pertumbuhan ekonomi global terkoreksi dari 3,3% menjadi 3,1%. AS sendiri menargetkan pertumbuhannya dari 1,9% menjadi hanya 1,7%. (dru/dru)











































