Dahlan Iskan: Belum Tentu Terbang ke London Garuda Dapat Laba

Dahlan Iskan: Belum Tentu Terbang ke London Garuda Dapat Laba

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 02 Agu 2013 14:57 WIB
Dahlan Iskan: Belum Tentu Terbang ke London Garuda Dapat Laba
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ambil sikap terkait saling tuding di antara PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Angkasa Pura II (Persero). Kedua perusahaan pelat merah ini berselisih paham mengenai kegagalan terbang perdana pesawat Boeing 777-300 ER Garuda rute Jakarta-London terkait kemampuan landasan pacu (runway).

Bagi Dahlan, justru kenyataan ini menjadi berkah tersendiri bagi Garuda Indonesia. Ia beralasan melayani penerbangan Jakarta-London belum tentu Garuda akan mendapatkan keuntungan.

"Saya jelaskan bahwa bagi Garuda menunda itu, blessing (berkah) dia. Garuda harus terima kasih ke AP II. Belum tentu ke London dapat laba. Penerbangan ke Shanghai langsung dapat laba," kata Dahlan saat ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (2/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan bos PLN ini meminta kedua BUMN saling evaluasi dan menahan diri. "Dihilangkan rasanya, orang harus sabar kan Bulan Puasa," ucap Dahlan.

Terlepas dari masalah tadi, menurutnya AP II selaku pengelola Bandara International Soekarno-Hatta Cengkareng bisa mensiasati dengan mengumpulkan semua maskapai. Untuk mengatasi persoalan kepadatan landasan pacu, AP II bisa meminta maskapai besar untuk mengganti armada pesawat berbadan kecil ke pesawat berbadan besar.

Hal ini menurutnya bisa mengurangi kepadatan landasan. Saat traffic berkurang kemudian digunakan untuk peningkatan kualitas landasan pacu.

"Saya minta evaluasi ke AP untuk bicara ke dengana airlines, untuk pakai pesawat lebih besar tapi dapet insentif. Hampir 15 menit pesawat-pesawat kecil terbang dari Jakarta ke Surabaya. Kalau pesawat besar bisa 30 menit," terangnya.

Solusi lainnya adalah pembangunan landasan pacu baru yang bisa didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing 777, Boeing 747 hingga Airbus 380.
"Ketiga, bisa nambah 777 full load, 747 full load, 380 full load. Persoaaln tidak segampang itu," jelasnya.

Selain memberi masukan kepada AP II, Dahlan menyebut Garuda bisa mengganti penerbangan internasional rute gemuk dengan armada berbadan besar seperti Boeing 777-300ER. Hal ini diambil untuk mensiasati tertundanya penerbangan Jakarta-London.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads