SBY: Pemerintah Sikapi Hati-hati Kenaikan Harga Minyak Dunia

SBY: Pemerintah Sikapi Hati-hati Kenaikan Harga Minyak Dunia

- detikFinance
Jumat, 29 Okt 2004 10:13 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan bersikap hati-hati menyikapi meningkatnya harga minyak dunia. Pemerintah tidak ingin menambah beban masyarakat, namun pemerintah juga tidak ingin mengalami defisit anggaran yang besar.Pernyataan ini disampaikan presiden dalam pidato peresmian fasilitas produksi pengolahan dan fasilitas terapung minyak dan gas di Belanak, Kepulauan Natuna, Riau, di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta, Jumat (29/10/2004) pukul 09.00 WIB.Acara ini dihadiri jajaran kabinet, yakni Menko Polhukkam Widodo AS, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Seskab Sudi Silalahi, Meneg LH Rachmat Witoelar, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, dan Meneg Kominfo Sofyan Djalil.Dijelaskan presiden, akhir-akhir ini harga minyak dunia mengalami peningkatan yang di luar perkiraan. Meningkatnya harga minyak bumi ini di satu sisi akan memperbesar penerimaan negara. Namun di sisi lain peningkatan itu memperbesar subsidi bahan bakar di dalam negeri. "Hal ini disebabkan karena kita di samping mengekspor produksi minyak kita, kita juga mengimpor bahan bakar untuk konsumsi dalam negeri. Pemerintah akan bersikap hati-hati dalam menyikapi masalah ini," kata presiden.Pemerintah, tegas presiden, tidak berkeingan menambah beban masyarakat yang sebagian besar masih hidup dengan kemampuan ekonomi yang serba terbatas. Namun pemerintah juga tidak ingin mengalami defisit anggaran yang besar yang tentunya berdampak pula bagi pembanguan nasional. "Kita berupaya mengembangkan kebijakan yang tepat. Di satu sisi pembangunan ekonomi terus berjalan, tetapi kebijakan yang akan kami kembangkan menyusul tingginya harga minyak internasional itu akan dipastikan tidak akan lagi membebani rakyat kecil, terutama mereka yang tergolong ekonomi lemah," demikian Presiden SBY. (gtp/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads