1. Izin impor 25.000 sapi siap potong
|
|
"Izin yang sudah kita keluarkan hampir mencapai 25.000 ekor ini akan berdatangan secara berkala dan sampai akhir minggu ini sudah akan datang 9.000 ekor sapi dari 25.000 ekor sapi siap potong," kata Gita selepas acara Halal Bihalal Kementerian Perdagangan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan M Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013).
"Titik akhirnya ini sekitar akhir bulan Agustus. Di mana sapi ke 25.000 ini akan tiba," sambungnya.
2. Sebanyak 10.000 sapi bakalan siap dipotong
|
|
"Itu (25 ribu sapi siap potong) di luar 109.000 ekor sapi bakalan yang telah digemukkan dalam 3-4 bulan terkahir. Di mana dari 109.000 ekor tersebut kurang lebih 99.000 ekor sudah dipotong. Kalau kita bisa potong sisanya kurang lebih 10.000 ekor plus 25.000 ekor yang kita datangkan. Insya Allah akan membantu stabilisasi harga, itu jangka pendeknya," katanya.
3. Mempercepat importasi sapi
|
|
"Kita akan duduk di bawah supervisi Pak Menko (Perekonomian, Hatta Rajasa) untuk memutuskan akselerasi 46.000 ekor dari kuartal empat ke triwulan III. Dan yang kedua untuk penyikapan kuartal empatnya. Ini harus disikapi," papar Gita.
4. Bulog masih punya peranan besar
|
|
"Kita memberikan izin ke mereka (Bulog) sebanyak 3.000 ton, tapi sampai saat ini yang baru datang hanya 900 ton. Padahal kita sudah ngasih izin lebih dari 1 bulan yang lalu. Tapi kita berharap Bulog lebih proaktif untuk bisa mendatangkan lebih banyak lagi dari 900 ton," jelasnya.
5. Mendorong RPH segera beroperasi.
|
|
"Kalau mereka (Bulog) bisa membantu kita dan kita bisa menghimbau RPH-RPH itu untuk mengakselerasi pemotongan sapi siap potong dan bakalan. Insya Allah stabilitas harga akan tercapai dalam 1-2 minggu," papar Gita.
Halaman 2 dari 6











































