Bos Bulog Curhat Banyak Pihak yang Hambat Operasi Pasar Daging

Bos Bulog Curhat Banyak Pihak yang Hambat Operasi Pasar Daging

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 14 Agu 2013 12:06 WIB
Bos Bulog Curhat Banyak Pihak yang Hambat Operasi Pasar Daging
Jakarta - Perum Bulog baru mendatangkan 1.134 ton daging beku impor yang didatangkan Bulog hingga 4 Agustus 2013 atau baru mencapai 37,8% dari jatah 3.000 ton. Selain itu, penyerapan daging dalam operasi pasar pun masih rendah karena banyak kendala.

Seperti diketahui pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menstabilkan harga daging sapi. Bulog telah melakukan operasi pasar ke pasar-pasar tradisional dengan menjual daging ke para pedagang.

"Bulan Maret kita sudah minta izin. Kemudian izin baru keluar tanggal 25 Juni namun diperbaiki karena mendatangkan melalui udara tanggal 12 Juli. Sehingga baru kita impor 1.134 ton daging sapi beku yang kita datangkan secara bertahap hingga 4 Agustus 2013," ungkap Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso kepada detikFinance, Rabu (14/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari jumlah itu, baru 302 ton daging sapi beku Bulog yang tersalurkan melalui operasi pasar. Sedangkan sisanya masih di dalam lemari penyimpanan (cold storage) dengan berbagai alasan.

"Yang sudah tersalur itu sebanyak 302 ton melalui operasi pasar yang dilakukan langsung melalui Bulog dan distributor juga pelaku pasar. Stok daging Bulog saat ini masih ada 831 ton lebih. Jadi penyerapan rendah karena ada pihak-pihak yang menghambat seperti tidak boleh masuk sana-sini, daging tidak halal dan mengandung hormon. Padahal itu tidak benar. Daging Bulog aman dan halal," imbuhnya.

Ia meminta bantuan regulasi pemerintah untuk mempermudah penjualan daging sapi beku Bulog kepada masyarakat. Sedangkan sisa alokasi kuota impor daging sapi beku sebanyak 1.865 ton, Bulog akan datangkan secara bertahap hingga akhir tahun 2013.

"Dasarnya yang harus diperbaiki adalah peraturan. Bulog tinggal datangkan 1.865 ton dari 3.000 ton dari izin yang sudah dikeluarkan dan diharapkan bisa datang hingga akhir Desember 2013 sesuai peraturan. Apakah logis 3.000 ton masuk semua lalu buat apa masuk jika semua daging yang ada sekarang masih ada dan belum dijual," cetus Sutarto.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads