Stok Terbatas, Harga Gula Pasir di Riau Melonjak

Stok Terbatas, Harga Gula Pasir di Riau Melonjak

- detikFinance
Jumat, 29 Okt 2004 17:14 WIB
Pekanbaru - Saat ini Provinsi Riau kekurangan pasokan gula pasir sebanyak 6 ton. Akibat kekurangan pasokan itu, harga gula pasir di Riau melonjak naik. Hal itu diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Riau, Emrizal Pakis kepada detikcom, Jumat (29/10/2004) di ruang kerjanya Jl Pepaya Pekanbaru. Menurutnya, lonjakan harga, itu mulai dirasakan sejak Juli 2004 sampai memasuki bulan Ramadhan."Ada dua penyebab naiknya harga gula pasir.Pertama, tingginya permintaan dan kedua kekurangan pasokan,"kata Emrizal. Emrizal menjelaskan, pada hari biasa kebutuhan gula di Riau hanya 6.000 ton per bulan. Namun, di bulan Ramadan permintaan naik sekitar 2.000 ton sehingga kebutuhan komoditas itu di daerah ini menjadi 8.000 ton per bulan. Kondisi ini mengakibatkan harga eceran gula pasir yang biasanya Rp 4000/kg melonjak Rp 5.500/kg.Menanggapi kelangkaan gula selama dua bulan terakhir ini, menurut Emrizal, pihaknya telah memberitahukan kepada Departemen Perdagangan di Jakarta. Pihaknya dijanjikan dalam waktu dekat akan segara mendapat pasokan gula pasir sesuai dengan kebutuhan. "Tapi hingga kini 6 ton gula pasir yang kita butuhkan belum juga datang, katanya. Guna menghindari naiknya lagi harga gula pasir itu, menurut Emrizal, pihaknya akan kembali menyurati Dipartemen Perdagangan di Jakarta. "Disperindag Riau bahkan mengusulkan agar kran impor gula pasir dibuka sementara untuk mengatasi kelangkaan pasokan seperti yang terjadi di Riau,"katanya.Kelangkaan gula pasir ini meresahkan para pedagang terutama konsumen. Para pedagang mengaku, dengan terbatasnya stok gula di distributor, harga gula di Pekanbaru tidak stabil malah condong terjadi kanaikan harga."Biasanya pada pedagang menjual gula pasir dengan Rp4.000/kg, kini mereka terpaksa menjual konsumen serga Rp6000/kg. Kita menjual dengan harga itu bukan keinginan kita, tapi memang stok gula di Pekanbaru terbatas. Para agen mempermainkan pedagang," kata Ujang Zailani (38) pedagang di pasar tradisonal Dupa, Tangkerang Pekanbaru. Harga Rp6000/kg itu hanya bisa didapat di pasar tradisonal. Harga ini akan melonjak naik apa bila sampai ke sejumlah pengecer atau kedai-kedai kecil di luar pasar. Pengakuan Erlina (27), ibu rumah tangga, harga gula pasir di luar pasar harganya mencapai Rp6.500/kg."Kenaikan harga gula ini sudah memberatkan masyarakat. Padahal selama bulan Ramadan ini kita banyak membutuhkan gula pasir, apalagi menjelang hari raya ini. Tapi harga gula di sini terus merangkak naik," keluhnya. (nrl/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads