Ingin Perang-Perangan? Gabung ke Komunitasnya

Hobi Airsoft Gun

Ingin Perang-Perangan? Gabung ke Komunitasnya

- detikFinance
Jumat, 16 Agu 2013 12:05 WIB
Ingin Perang-Perangan? Gabung ke Komunitasnya
Foto: blog.airsoft-squared.com
Jakarta - Pengalaman menyakitkan itu tak bisa luput dari ingatan Gabriel Angie. Pehobi airsoft gun ini kehilangan gigi ketika sebuah peluru lawan menyerang mulutnya.

“Tapi itu risiko, tidak boleh marah,” kata anggota Airsofter Indonesia ini, seraya tertawa, kepada DetikFinance, di Jakarta kemarin.

Itulah satu dari banyak risiko perang-perangan ala pehobi airsoft gun. Perang-perangan ini biasa disebut dengan istilah skirmish.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat aksinya, skirmish itu persis perang sungguhan. Hanya saja, tanpa bau mesiu, bom, granat, darah, dan kematian. Para pehobinya biasa bertempur di hutan, demi meminimalisir terlukanya orang lain, di luar komunitas.

“Biasanya kalau ada hutan kami pakai. Yang terbaik itu kita main di Gunung Pancar. Kemudian Hambalang atau Studio Alam,” kata Gabriel. Tempat lainnya adalah Pulau Onrust dan Edam di Kepulauan Seribu.

“Pernah kami main 24 jam, gelap-gelapan. Tanpa team work, bisa kocar-kacir,” kata Gabriel.

Agar bisa perang-perangan seperti itu, pehobi airsoft gun sebaiknya bergabung dengan komunitas. Selain jadi tempat untuk bertukar pikiran dan informasi, komunitas juga memungkinkan pehobinya menggelar skirmish.


Salah satu komunitas yang eksis saat ini adalah Airsofter Indonesia. Meski baru berdiri pada tahun lalu, anggota komunitas ini diklaim sudah mencapai 2.000 orang.

“Anggota kami ada tim besar, ada juga tim kecil. Masing-masing tim anggotanya di atas lima orang, tapi ada juga yang ratusan,” kata Dedi Ardiana, anggota Airsofter Indonesia.

Skirmish, lanjut Dedi, merupakan salah satu aktivitas paling digemari di kalangan penggemar airsoft meskipun tidak rutin digelar. Yang jelas, saat melakukan skirmish, faktor keamanan dan keselamatan diri sangat dipentingkan.

Menurut Fierly Aziz, juru bicara Airsofter Indonesia, alat penunjang keamanan yang paling utama adalah pelindung mata alias goggle. Peluru airsoft gun yang kecil sangat potensial menembus mata kalau pemainnya tak memakai goggle. Meski begitu, menurut Fierly, belum pernah ada kecelakaan fatal yang terjadi ketika skirmish.

Melihat harga perlengkapan untuk hobi ini, tak salah bila hobi ini disebut hobi yang mahal. Tapi para pehobinya menilai, itu relatif saja. “Kalau mau peralatan yang mahal ada, tapi yang harganya lebih murah juga ada. Tergantung masing-masing orang,” kata Fierly.

Rolland Matheus, anggota Airsofter Indonesia, misalnya, menghabiskan duit sekitar Rp 2 juta untuk memulai hobi itu. Tapi itu termasuk kelas menengah. Dia menaksir, untuk yang entry-level, nilainya di bawah itu.

Bagi Rolland, yang mengasyikkan dan menantang dari hobi itu adalah saat melakukan skirmish di tempat terbuka. “Jalannya naik-turun bukit, lewat sawah, petualangannya seru. Ada yang tercebur sawah, tapi di situ fun-nya. Kalau sudah main sekali nanti ketagihan,” katanya.


(DES/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads