"Negara Malaysia sana saat menjelang Lebaran dan Ramadan tidak ada gejolak harga daging sapi," ungkap Katua Umum Komite Daging Sapi Jakarta Raya, Sarman Simanjorang saat berdiskusi dengan media di Kawasan Cikini Jakarta Pusat, Senin (19/8/2013).
Salah satu cara yang dilakukan oleh Malaysia adalah menggunakan sistem manajemen stok. Malaysia sudah menghitung persediaan pasokan terutama sapi hidup 4 hingga 5 bulan sebelum Ramadan tiba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika persediaan sapi lokal tidak mencukupi kebutuhan, maka cara yang dilakukan adalah dibukanya kran impor. Cara ini menjadi solusi agar harga daging sapi tetap stabil walaupun kebutuhan daging meningkat karena pasokan cukup.
"Jika pasokan lokal tidak cukup, alternatif terakhir itu impor yaitu 1 bulan sebelum Ramadan. Di Indonesia pemerintah kebakaran jenggot karena baru hari ke-2 Ramadan harga daging sapi masih di atas Rp 100 ribu/kg dan kemudian ditunjuk Bulog. Bulog itu diberikan waktunya mepet dan datangnya bertahap dan belum berpengalaman. Kita harapkan hal ini jangan terjadi lagi dan terulang lagi oleh pemerintah," kata Sarman.
Sebagai catatan, Indonesia pun sejatinya sudah melakukan perhitungan kebutuhan daging sapi secara nasional, termasuk menetapkan kuota impor sapi setiap tahun untuk menutup kekurangan pasokan sapi lokal.
(wij/hen)











































