Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono mengatakan, ada beberapa posisi yang dibutuhkan instansinya. Pertama adalah anak buah kapal (ABK).
"ABK itu kan kita kurang banyak. Harusnya 1 kapal itu isinya 25 orang, sekarang kita punya 15 orang," ungkap Agung kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (19/8/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Agung mengakui kebutuhan Ditjen Bea dan Cukai adalah pegawai untuk pemeriksa penumpang. "Untuk pemeriksa penumpang. Penumpang kalau yang datang perempuan harus diperiksa oleh pegawai perempuan kan, kan kalau lagi pemeriksaan anggota tubuh itu kan nggak boleh lawan jenis, jadi otomatis harus tambah pegawai," jelasnya.
Sedangkan untuk penempatan, Agung mengaku akan memperkuat pegawai di wilayah perbatasan Indonesia timur. Seperti wilayah Papua dan Mauluku.
"Belum lagi pegawai untuk tempat-tempat perbatasan. Juga kita ingin menambah penguatan di daerah timur. Papua barat misalnya. Karena sekarang ini seperti pangkalan patroli kita ada di Tanjung Balai Karimun. Sementara di wilayah timur kita yang seluas Papua dan Maluku," ucapnya.
"Di situ ada illegal logging ada illegal fishing, dan di situ juga sudah mulai entry point-nya narkoba. Kita harus menguatkan pengawasan di sana. Mau tidak mau penambahan pegawai menjadi mutlak. Sehingga pergerakan kita semakin cepat dan pengawasan kita lebih luas dan lebih tajam," kata Agung.
(dnl/dnl)











































