BUMN perdagangan dan peternakan, PT Berdikari (Persero) menjual daging sapi murah langsung kepada masyarakat. Harganya bervariasi mulai dari Rp 65.000/Kg hingga Rp 90.000/kg.
"Daging jenis standar kita jual dengan harga Rp 65.000/kg, kalau yang Rp 90.000/kg itu jenis tanderloin. Kita jual salah satunya melalui meatshop kita di Cibitung," ungkap Direktur Operasi dan Pemasaran PT Berdikari (Persero) Alvin Purnadi saat berdiskusi dengan media di Kantor Pusat PT Berdikari Jakarta, Selasa (19/8/2013).
Setiap harinya, PT Berdikari memotong 60 ekor sapi hidup. Sapi-sapi itu dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik perseroan di Cibitung, Bekasi Jawa Barat. Selain melalui Meatshop, perseroan menempatkan di beberapa pasar di Jabodetabek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya tingginya harga daging sapi saat ini dinilai tidak rasional. Ia juga mengungkapkan alasan perseroannya bisa menjual daging dengan harga yang relatif murah.
"Terkait harga daging sapi saat ini memang tidak rasional karena harga terlalu mahal. Kita menetapkan harga secara rasional. Kita punya bibit sapi, penggemukan juga RPH sehingga kita bisa tekan harga," cetusnya.
Β
PT Berdikari juga akan memperbesar bisnis peternakan sapinya. Tahun ini saja perseroan mengucurkan dana hingga Rp 67 miliar untuk mengembangkan bisnis sapi dari hulu hingga hilir.
"Tahun 2013 Rp 67 miliar kita alokasikan khusus untuk investasi bisnis sapi," ujarnya.
Dana itu nantinya digunakan untuk pengembangan lahan pembibitan, penambahan jumlah populasi hingga memperbanyak unit Meatshop sebagai agen penjualan daging.
"Kita rencanakan yang Rp 67 miliar itu untuk investasi yaitu bangun kandang penggemukan, tambahan populasi sapi, pabrik pakan ternak, dan pengembanggan rumah pemotongan hewan (RPH). Saat ini total lahan pembibitan sapi sudah 8.300 hektar. 5 kandang penggemukan kita tambah jadi 12," tuturnya.
"Kemudian Meatshop toko daging target kita tahun ini tambah hingga 10 Meatshop di Jabodetabek. Satu gerai meatshop butuh investasi hingga Rp 300 juta komplit sama peralatannya potongnya. Saat ini kita baru punya 1 di Cibitung," imbuhnya.
Perseroan juga berencana membangun pabrik skala kecil pengolahan daging sapi untuk bakso dan sosis. Ia optimis bisnisnya ini akan menggenjot penerimaan perseroan.
"Kemudian kita juga akan membuat produksi olahan seperti bakso dan sosis. Target tahun ini pendapatan dari bisnis ini mencapai Rp 400-500 miliar. Tahun lalu dari bisnis penjualan sapi saja hanya mendapatkan pendapatan Rp 100 miliar," cetusnya.











































