Perajin tempe tahu terpaksa menaikkan harga jual produk mereka karena lonjakan harga kedelai terkena imbas pelemahan rupiah terhadap dolar AS hingga Rp 11.000. Mereka rata-rata menaikkan harga tempe sebesar 25% dari Rp 4.000/potong menjadi Rp 5.000/potong
Demikian disampaikan Ketua II Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Sutaryo kepada detikFinance, Jumat (23/8/2013)
"Sudah naik 25%, dari Rp 4.000 jadi 5.000 di Jakarta, kalau di daerah kenaikan hampir lebih dari itu karena kedelai sudah sampai Rp 9.000/Kg," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah disesuaikan harga masing-masing perajin, masalahnya konsumen menerima nggak," katanya.
Ia menuturkan harga kedelai dalam sepekan melonjak menjadi Rp 8.500-8.700/Kg dari harga normal sebelumnya yang hanya Rp 7.700-8.000/Kg. Ia berharap harga kedelai kembali normal termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar.
"Kami berharap bisa segera normal, dari kebutuhan nasional untuk kedelai mencapai 2,4 juta ton per tahun, 85% diserap untuk tempe tahu, dampaknya luar biasa untuk komunitas perajin tahu tempe," katanya. (hen/dnl)











































