SBY Akui Ekonomi RI Sedang Bergejolak

SBY Akui Ekonomi RI Sedang Bergejolak

Mega Putra Ratya - detikFinance
Jumat, 23 Agu 2013 11:37 WIB
SBY Akui Ekonomi RI Sedang Bergejolak
Jakarta -

Presiden SBY akhirnya mengakui kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang bergejolak dan mengalami tekanan. Dolar telah menembus Rp 11.000 dan indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat jatuh dalam.

Di tengah situasi ini, SBY meminta semua pelaku usaha untuk bekerjasama dengan pemerintah mengelola perekonomian.

"Mari kita lakukan lagi. kebersamaan, sinergi, dan upaya kita bersama untuk mengatasi dan mengelola perekonomian kita. Kita yang sekali lagi mengalami gejolak sekarang ini. Saudara juga sudah tahu bahwa, faktor utama yang mengakibatkan faktor eksternal dan ada juga faktor kita, faktor di dalam negeri sendiri.," tutur SBY saat membuka rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rapat tersebut, selain dihadiri menteri-menteri terkait, juga dihadiri Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, dan juga pengusaha Rahmat Gobel dan pengusaha lainnya.

SBY mengatakan, Indonesia telah sukses selamat dari krisis ekonomi global di 2008. Karena itu, menghadapi guncangan saat ini, bisa diulang kebijakan yang telah dilakukan pada 2008 lalu.

Selama 6 hari ini, ujar SBY, pemerintah telah bekerja maraton untuk membahas solusi terhadap kondisi ekonomi yang terjadi.

"Saya hargai sebagai tanggungjawab dan komitmen semua pihak untuk sama-sama mengatasi masalah ekonomi ini. Dua hari lalu setelah kami bekerja 3 hari. Saya telah menyampaikan kepada rakyat Indonesia bahwa pemerintah sedang menangani permasalahan perekonomian terkini dan sedang mempersiapkan policy respons kebijakan dan aksi yang akan segera dilakukan," papar SBY.

Pemerintah akan menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah dan IHSG sehingga ekonomi tak terguncang. Kemudian, sektor riil juga dijaga agar tak ada PHK yang terjadi. Ada paket kebijakan yang tengah dipersiapkan dan akan diumumkan pemerintah hari ini.

"Saya berpesan nantinya, setelah kita adopsi dan putuskan, maka sekali lagi sekian belas policy, sekian belas tindakan, yang akan dilakukan itu segera dilakukan. Tentu ada monitoring yang dilakukan oleh Menko Perekonomian tetapi menteri-menteri teknis, saya minta juga ada desk yang bekerja 24 jam untuk memastikan bahwa semua itu bisa dijalankan," papar SBY.

Tampaknya SBY batal mengumumkan paket kebijakan itu langsung hari ini. Pengumuman paket kebijakan akan diserahkan kepada menteri dan para pelaku usaha.

Sebelumnya menteri-menteri ekonomi sangat optimistis dengan kondisi ekonomi Indonesia. Misalnya Menkeu Chatib Basri yang menyatakan ekonomi Indonesia aman walaupun ada indikator rupiah yang terus melemah terhadap dolar termasuk IHSG yang turun.

(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads