Salah satunya adalah Jabang Tutuko, pemilik toko Graha RC yang terletak di bilangan Senayan, Jakarta Selatan. Ini sudah tahun keempatnya berdagang kendaraan RC dan komponennya.
Jabang adalah pehobi RC. Spesialisasinya adalah kendaraan off-road. Pria 33 tahun ini sudah menekuni hobinya sejak 10 tahun lalu. Saya juga ikut komunitas Just RC,” katanya, kepada DetikFinance, di Jakarta kemarin.
Lantaran hobi makin mendalam, Jabang berpikir untuk menghasilkan fulus dari hobi itu. Maka dengan modal awal Rp 100 juta, empat tahun lalu Jabang terjun ke dunia perdagangan kendaraan RC dan komponennya.
Banyaknya pehobi RC adalah berkah bagi tokonya. Saban bulan Jabang bisa mendapatkan omzet sampai Rp 60 juta. Pembelinya datang dari berbagai daerah. Bahkan pembeli asal Brunei Darussalam pun pernah datang, bersamaan dengan penyelenggaraan kompetisi internasional.
Sampai saat ini, Jabang belum menemukan pembeli yang rewel. “Yang beli juga komunitas, teman-teman sendiri juga. Jadi belum pernah ada komplain yang macam-macam,” katanya.
Jabang mengatakan penjualan mobil RC di tokonya sebenarnya tidak terlalu banyak. “Kalau kit memang sedikit, tetapi yang banyak adalah penjualan parts,” ujarnya. Graha RC memang menyediakan berbagai suku cadang mulai ban, gardan, sampai komponen elektronik seperti servo.
Menurut Jabang, RC merupakan hobi yang cukup mahal. Untuk kelas off-road, dibutuhkan dana awal sekitar Rp 2-4 juta. “Di atasnya lagi ada yang lebih mahal, sampai tidak terhingga,” tuturnya.
Untuk membuka toko RC sendiri, Jabang menilai modal awal Rp 100 juta seperti yang dia lakukan bukan menjadi patokan. Bisa saja membuka bisnis ini dengan modal sekitar Rp 50 juta, hanya saja barang yang disediakan lebih sedikit.
Jabang menilai bisnis RC akan terus berkembang seiring bertambahnya pecinta dan komunitas kendaraan mini ini. Namun, dia berpesan sebaiknya usaha ini bermula dari hobi agar lebih menjiwai dan bisa mengerti keinginan konsumen.
(DES/DES)











































