Pemerintah Antisipasi Peredaran Daging Bangkai di Pasar
Senin, 01 Nov 2004 13:52 WIB
Jakarta - Masyarakat diminta tidak khawatir beredarnya daging bangkai ayam atau pencampuran daging sapi dan babi di pasaran. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi hal tersebut.Demikian ditegaskan Menteri Pertanian Anton Prihantono kepada wartawan di sela-sela kungjungannya ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung, Jakarta Timur, Senin (1/11/2004)."Masyarakat tidak jangan resah beredar daging bangkai atau pencampuran sapi dengan babi. Sudah diinstruksikan ke jajaran, agar mengawasi lebih ketat lagi untuk mengantisispasi peredaran daging bangkai," kata Anton.Dalam kesempatan itu, Anton sempat membakar tumpukan bangkai ayam. Langkah ini, kata Anton, sebagai salah satu bentuk antisipai perederan daging bangkai di pasaran."Pengawasan di DKI sudah cukup baik. Berbagai sidak akan terus dilakukan agar mereka yang memanipulasi bangkai atau mencampur daging sapi dan babi menjadi kapok. Stok daging untuk lebaran aman, sehat dan halal," tukas Anton.Lolos ke PasaranKepala Suku Dinas Peternakan Jakarta Timur, Arsentina P mengakui, saat ini masih ada sejumlah daging bangkai ayam yang beredar di pasaran. Menurutnya, hal ini disebabkan keterbatasan tenaga pengawasan yang dimilikinya."Untuk wilayah Jakarta Timur, sedikitnya 1800 ayam atau 1 persen dari jumlah pengiriman mati. Dari jumlah tersebut, 0,3 persennya lepas ke pasar karena tenaga kerja kami yang terbatas," ungkap Arsentina.Sementara itu Dirut PT Darma Jaya, pengelola RPH Cakung mengatakan, kebutuhan daging warga Jakarta untuk lebaran diperkirakan mencapai 8 ribu ton. Sedangkan untuk ayam sebanyak 13.500 ton dan telur 500 ton."Untuk stok lebaran tidak perlu khawatir. Stok yang ada akan mencukupi kebutuhan masyarakat pada Lebaran nanti," ujar Lilian.
(djo/)











































