Ekspor September Tembus US$ 7 Miliar
Senin, 01 Nov 2004 15:08 WIB
Jakarta - Nilai ekspor Indonesia pada September 2004 berhasil menembus US$ 7,15 miliar atau 13,33 persen lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada nilai impor yang mencapai US$ 4,23 miliar atau naik 5,11 persen dibanding impor Agustus. Demikian diungkapkan Kepala BPS Choirul Maksum dalam jumpa pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (1/11/2004).Dijelaskan Choirul, peningkatan ekspor September 2004 disebabkan meningkatnya ekspor migas sebesar 11,68 persen dari US$ 1,313 miliar menjadi US$ 1,467 miliar. Demikian pula dengan ekspor non-migas yang naik 13,76 persen dari US$ 4,997 miliar menjadi US$ 5,687 miliar."Peningkatan ekspor migas pada September lalu disebabkan kenaikan ekspor minyak mentah sebesar 19,55 persen menjadi US$ 609 juta, hasil minyak sebesar 24,38 persen menjadi US$ 186,2 juta dan gas sebesar 2,64 persen menjadi US$ 672,1 juta," papar Choirul.Peningkatan nilai ekspor minyak mentah disebabkan naiknya harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia dari US$ 42,61 per barel pada Agustus menjadi US$ 44,31 pada September atau naik 3,99 persen. Secara kumulatif, lanjutnya, nilai ekspor Januari-September 2004 mengalami peningkatan 10,77 persen menjadi US$ 50,73 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2003. Peningkatan ekspor non-migas terbesar terjadi pada mesin/peralatan listrik sebesar US$ 160,2 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadia pada bahan kimia organik US$ 68,5 juta.Ia juga menjelaskan ekspor non migas ke Jepang mencapai angka terbesar yaitu US$ 831 juta, disusul AS US$ 789,8 juta, Singapura US$ 617,6 juta dan Cina US$ 323,1 juta dengan kontribusi keempatnya mencapai 45,06 persen."Tingginya harga ekspor pada September ini terjadi akibat perubahan data input dari sebelumnya hard copy menjadi soft copy. Kekurangan dari sistem lama telah menyebabkan terjadinya carry over karena keterlambatan data," katanya.Untuk itu BPS akan meng-update data impor dan ekspor mulai Juni-Agustus 2004. Sementara Januari-Mei dinilai sudah final.Sedangkan untuk nilai impor tercatat kenaikan 5,11 persen dari US$ 4,02 miliar menjadi US$ 4,23 miliar. Selama Januari-September 2004 nilai impor mencapai US$ 33,41 miliar atau naik 38,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
(nit/)











































