2004, Indonesia Bisa Swasembada Beras
Senin, 01 Nov 2004 16:31 WIB
Jakarta - Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan Deptan Mohammad Djafar Hamzah yakin Indonesia tahun ini bisa melakukan swasembada beras sehingga tidak perlu melakukan impor dari negara lain. Hal itu tercermin dari angka ramalan III produksi padi, jagung dan kedelai tahun 2004."Selain itu untuk mengantisipasi kemarau yang panjang, kita sudah siapkan 8 kantong produksi dan meningkatkan areal tanah. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa menjadi negara swasembada beras," katanya dalam jumpa pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (1/11/2004)Kepala BPS Choitul Maksum mengungkapkan hasil ramalan III 2004 menunjukkan produksi pada tahun ini akan mencapai 54,34 juta ton, gabah kering giling (GKG) naik 4,23 persen jika dibandingkan produksi padi 2003. Kenaikan produksi padi terjadi karena adanya peningkatan luas panen dari 11,49 juta hektar pada 2003 menjadi 11,97 juta hektar pada 2004 atau naik 4,20 persen. Selain itu luas panen mengalami peningkatan, baik di Jawa maupun luar Jawa karena berbagai sebab. Di Sumsel misalnya, luas panen meningkat karena adanya program perluasan areal tanah di lahan rawa dan peningkatan indeks pertanahan dengan jaringan irigasi. Sementara di Lampung kenaikan luas panen terjadi karena penurunan serangan hama dan di Jawa, khususnya Jateng, akibat adanya pembukaan areal baru.Mengenai produksi jagung diperkirakan akan mencapai 11,35 juta ton atau naik 4,30 persen. Kenaikan produksi terjadi karena naiknya luas panen dan produktivitas karena adanya program Gentataton dan insentif harga sehingga merangsang petani menanam jagung. Sedangkan produksi naik karena adanya perubahan varietas yang ditanam petani dari varietas lokal ke hibrida.Sementara untuk produksi kedelai diperkirakan mencapai 0,37 juta ton atau naik 8,79 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan produksi kedelai terjadi karena peningkatan luas panen dan membaiknya harga kedelai.
(nit/)











































