Harga Daging Tinggi, Mentan: Peternak Anggap Sapi sebagai Tabungan

Harga Daging Tinggi, Mentan: Peternak Anggap Sapi sebagai Tabungan

Rois Jajeli - detikFinance
Senin, 26 Agu 2013 16:54 WIB
Harga Daging Tinggi, Mentan: Peternak Anggap Sapi sebagai Tabungan
Surabaya - Harga daging sapi di pasaran masih tinggi dan suplai dari dalam negeri tidak diketahui pasti. Salah satu penyebabnya diperkirakan karena pertani yang tidak ingin cepat-cepat jual sapi.

"Menjual sapi kan berkaitan dengan budaya masyarakat peternak kita. Peternak hanya menjual sapi kalau memang butuh. Tapi kalau harganya bagus dan tidak butuh uang, maka tidak menjualnya," ujar Menteri Pertanian Suswono kepada wartawan di sela acara Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Chairul Tanjung di Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Mulyprejo, Surabaya, Senin (26/8/2013).

Dengan kondisi budaya masyarakat seperti itu, hanya menjual kalau membutuhkan uang, maka pihaknya terpaksa menggunakan parameter harga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini problem kita, sehingga suplai kita tidak bisa dipastikan persisnya berapa. Sekarang ini kita akan mengikuti harga. Ketika harganya naik di atas 15%, berarti perlu tambahan impor," tuturnya.

Katanya, berdasarkan stok yang ada, stok belum mencerminkan dukungan suplai, karena terpengaruh diantaranya faktor budaya peternak yang menilai sapi adalah sebagai tabungan dan akan menjualnya jika dibutuhkan.

Ia menambahkan, Kementerian Perdagangan juga sedang melakukan evaluasi terhadap pemasukan daging yang ada. Termasuk, harga yang sesuai anjuran pemerintah Rp 30 ribu per kilo per bobot hidup. Tapi setelah dari rumah potong hewan (RPH) ke pasar, ada pelaku usaha yang diduga mempermainkan harga.

"Yang diizinkan impor sudah masuk semua atau tidak. Jadi yang sudah masuk pun, apakah sudah disuplay ke pasar atau nggak. Nanti kita tunggu hasil evaluasinya (dari Kemendag)," tandasnya.

(roi/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads