Dirut Bulog Pede Daging Impornya Laku Dijual

Dirut Bulog Pede Daging Impornya Laku Dijual

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 28 Agu 2013 09:31 WIB
Dirut Bulog Pede Daging Impornya Laku Dijual
Jakarta - Perum Bulog diberikan tugas pemerintah untuk menjadi menstabilkan harga daging sapi. Bulog pun diberikan alokasi 3.000 ton daging sapi beku (frozen meat) dari Australia.

Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengaku dari 1.184 ton dari 3.000 ton daging sapi yang sudah didatangkan hampir habis.

"Daging beku kita hampir habis yang 1.184 ton itu. Saat ini kita sedang melakukan kontrak berikutnya untuk mendatangkan alokasi sisanya (1.816 ton)," ungkap Sutarto kepada detikFinance, Rabu (28/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lakunya daging Bulog tidak terlepas dari harga yang dijual. Bulog mengaku bahwa harga daging yang dijual jauh lebih murah dari harga rata-rata daging di pasar tradisional di Jabodetabek sebesar Rp 95.000/kg.

"Kita lepas harga daging itu di harga Rp 76.000-80.000/kg kepada masyarakat. Ini target yang ingin kita capai. Kita distribusikan ke kelurahan, dan melalui para pedagang daging di pasar. Itu terus kami lakukan," imbuhnya.

Saat ini, Bulog sedang melakukan kontrak kerjasama dengan pihak eksportir daging di Australia untuk mendatangkan alokasi sisa sebesar 1.816 ton.

"Tetapi kita kan saat ini posisi waktunya relatif panjang dan tidak diburu-buru seperti Ramadan kemarin. Kita dengan tim terus melakukan kontrak dengan eksportir daging sapi Australia. Kedatangan selanjutnya berapa? Tentu kita hitung dari besaran serapan. Kalau serapannya kencang ya kita juga banyak mendatangkannya. Tetapi kita akan lakukan kedatangan secara bertahap," jelasnya.

(wij/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads