Hal tersebut dikatakan oleh Sofjan saat melakukan rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI mendampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto di Gedung DPR MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
"5,5% atau 5,7% itu saya rasa sudah cukup," kata Sofjan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita jangan paksakan, saya tidak percaya kita bisa tumbuh di atas 6%. Jangan dipaksakan tumbuh 6,3%. Kalau di bawah 6%, why not?" katanya.
Sofjan mengatakan, target tersebut cenderung mengada-ngada. Bahkan menurutnya ada kepentingan di balik target pemerintah tersebut. "Apa angka ini dibikin karena kita mau pemilu?" kelakar Sofjan yang disembut tawa para anggota DPR.
Ditegaskan Sofjan, pemerintah harusnya lebih realistis dalam menentukan target dengan melihat kondisi saat ini.
"Saya minta tolong APBN besok itu realistis. China sudah menurunkan (target pertumbuhan ekonomi), India, Brasil juga Rusia semua sudah menurunkan. Kita jadi merasa hebat sendiri. Realistis lah melihat APBN besok," tegasnya.
(zul/dru)











































