"Inflasinya rupiah juga akan pengaruh. Tapi yang paling besar karena pangan, itu yang paling besar," kata Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Bambang Brodjonegoro di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Deputi Bidang Statistik dan Distribusi Jasa, Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadiwibowo mengatakan pelemahan rupiah menjadi penyebab tidak langsung terhadap inflasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iya menyatakan, kenaikan harga emas yang saat ini sudah mencapai 6% dapat menjadi penyebab utama inflasi.
"Kenaikan harga emas, jadi itu yang nanti yang mempengaruhi besaran inflasi. Naiknya sekarang sudah 6% dibanding bulan Juli, perannya hampir sekitar 2%. Mungkin nanti jadi penyebab terbesar inflasi di Agustus," kata Sasmito.
Selain emas, rupiah juga akan berdampak terhadap barang elektronik. Ini akan terlihat pada inflasi bulan September. "Barang elektronik itu nanti terlihatnya saat September. Jadi kemungkinan adanya deflasi jadi terhambat," sebutnya.
(mkj/dru)










































