Menyambut pertumbuhan laba ini, saham Hermes ikut naik 3%. Pasalnya, target pertumbuhan laba ini melebihi proyeksi analis yang memperkirakan labanya hanya naik 12%.
Produsen tas dan scarf sutra mewah ini juga membukukan laba operasi yang naik cukup tinggi, yaitu sebanyak 584,1 juta euro atau naik 14,3%. Sementara omzetnya naik 11% menjadi 1,76 miliar euro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut perusahaan, bisnisnya di cabang Amerika Serikat jadi penyumbang pendapatan paling besar di enam bulan pertama tahun ini. Sementara di Eropa, meski sedang mengalami masa-masa sulit, tetap memberikan sumbangan yang berarti.
Sementara dari negara-negara Asia, Jepang, dan China jadi penyumbang terbesar pembeli produk-produk Hermes.
(ang/dnl)










































