Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan angka defisit bulan Juli adalah tertinggi sepanjang sejarah.
"Ini adalah defisit neraca perdagangan terbesar sepanjang sejarah," ungkap Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Senin (2/9/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suryamin menyatakan, sebenarnya neraca perdagangan dari sektor non migas tercatat surplus US$ 1,9 miliar (Januari-Juli). Namun angka tersebut tidak dapat menahan defisit dari sektor migas.
"Non migas masih bertahan cukup bagus, total kita surplus US$ 1,9 miliar tapi tidak berhasil mengkompensasi defisit migas yang terjadi cukup besar. Defisit migas US$ 1,88 miliar secara bulanan dan komulatif defisit migas US$ 7,6 miliar," kata Suryamin.
(mkj/dru)











































