Pemerintah Raup US$ 180 Juta dari Tender 12 Blok Migas

Pemerintah Raup US$ 180 Juta dari Tender 12 Blok Migas

- detikFinance
Selasa, 02 Nov 2004 15:28 WIB
Jakarta - Dari 21 blok migas yang ditawarkan kepada investor, pemerintah hanya berhasil menawarkan 12 blok migas dengan nilai investasi US$ 163,040 juta untuk tiga tahun masa pertama eksplorasi. Sedangkan bonus tanda tangan yang diterima langsung mencapai US$ 17,253 juta. Dari 12 blok tersebut, tiga diantaranya berasal dari 10 blok yang ditawarkan melalui reguler dan 9 lainnya berasal melalui penawaran langsung. Tiga blok yang berasal dari tender langsung dimenangkan Anardarko Petroleum untuk wilayah North East Madura III, Petronas Carigali untuk wilayah North East Madura IV dan PT Waropen Perkasa untuk wilayah kerja Manokwari Papua.Sementara pemenang tender penawaran langsung adalah PT MedcoE&P Indonesia untuk wilayah kerja Nunukan, offshore Kalimantan Timur, Transworld Exploration Ltd untuk wilayah kerja Seruway offshore NAD, PT Tropik Energi Indonesia untuk wilayah kerja Pandan, Sumsel, ALTAR Sociedade de Investimento-imobiliario, SA untuk wilayah kerja Barito Kalteng dan Kalsel, Genting Oil Gas and LPG untuk wilayah kerja Northwest Natuna, PT Binakarindo Yascoagung untuk wilayah Air Komering Sulsel, PT Sele Raya untuk wilayah kerja Belida, Sumsel, PT Easch East Sepanjang untuk wilayah kerja East Sepanjang, offshore Jawa Timur dan PT Kutai Etam Petroleum untuk wilayah kerja Sei Nangka-Senipah, onshore Kaltim.Menurut direktur Eksplorasi dan Eksploitasi Ditjen Migas Novian M. Thaib penandatanganan kontrak kerjasama untuk wilayah kerja diharapkan bisa dilakukan awal desember 2004 oleh BP Migas dan kontraktor pemenang tender. menurut Novian untuk daerah-derah yang belum diminati investor, terutama tender reguler dan yang tidak diberikan pemerintah karena nilai ekonomisnya belum menarik. Sedangkan insentif yang diberikan pemerintah sudah maksimal. "Selain itu investor juga tidak menawarkan kegiatan eksplorasi yang jelas sehingga tidak memberikan kontribusi untuk negara terutama dalam usaha menemukan cadangan baru," jelasnya. Dijelaskan, untuk dua blok lain yang ditawarkan melalui direct offer yang belum laku akan ditawarkan kembali oleh pemerintah, diantaranya East Ambalat. Proses penawaran masih berjalan, bahkan sudah ada calon pemenangnya. Namun pengumumannya agak terlambat karena pihak investor masih menunggu ketegasan pemerintah soal keberadaan wilayah yang berbatasan dengan Malaysia.Untuk wilayah ini masih terjadi tari menarik antara Indonesia, Malaysia dan Filipina. "Kita butuh waktu untuk membahas, pengumunan akan tertunda satu minggu," kata Novian di Plaza centris, Jakarta, Selasa (2/11/2004)10 blok migas dibuka 14 Oktober dan 11 blok wilayah kerja dibuka pada 15 September. Dijelaskan, pada tender reguler 17 perusahaan berpartisipasi membeli 30 bid information untuk 7 wilayah kerja yang ditawarkan. Namun saat pengembalian dokumen, hanya 13 yang masuk untuk 3 wilayah kerja. Peminat tender yang menyerahkan dokumen secara tunggal maupun konsorsium diantaranya Caltex Pacific Indonesia, Pertamina, Husky Energy, Talisman Energy, CNOOC, Petronas Carigali, Anadarko Indonesia company, PetroChina International dan Waropen Perkasa.Sementara pada penawaran langsung sebanyak 16 perusahan berpartisipasi membeli 27 bid info untuk 11 yang ditawarkan. Namun saat pengembalian dokumen hanya 15 dokumen yang dikembalikan untuk 11 wilayah kerja. Peminat tender yang menyerahkan dokumen penawaran terdiri dari 14 perusahaan diantaranya Eni Indonesia Ltd, Medco E&P, Transworld Exploration Ltd, ConocoPhillips, dll. Pelaksanaan evaluasi sudah dilaksanakan awal Oktober. eveluasi dilakukan oleh tim tender wilayah kerja berdasarkan keputuasn MESDM. Untuk tahap berikutnya, pemerintah akan menawarkan 10 blok wilayah kerjabaru melalui tender terbuka yang meliputi Laut Natuna 1 blok, onshore Sumsel 1 blok, lepas pantai Jawa Timur 1 blok, Buton 1 blok, offshore Sulawesi 3 blok, offshore Kaltim 1 blok dan offshore selatan papua 2 blok. (nit/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads