Kementerian Perhubungan (Kemenhub) angkat suara soal penghentian pasokan BBM avtur dari PT Pertamina (Persero) ke PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Kemenhub telah menerima laporan mengenai hal tersebut.
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti menjelaskan, pihaknya menyerahkan persoalan tersebut ke internal korporasi dan Kementerian BUMN. Namun Kemenhub akan menjatuhkan sanksi tegas ketika persoalan di internal Merpati berdampak ke keselamatan penerbangan.
"Kalau soal avtur itu ada suratnya tapi itu biasanya direksi ingin diberi waktu lah jadi sekarang ini sekarang dibahas menghidupkan Merpati," ucap Herry kepada wartawan saat ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (2/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting ada program bagaimana Merpati lanjut kalau nggak lanjut itu dari sisi BUMN. Kalau kita dari sisi safety-nya," sebutnya.
Merpati sendiri diakuinya masih berperan sebagai penghubung untuk daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau transportasi darat.
"Merpati kita harapkan untuk daerah terpencil dia feeder. Dulu tujuan awalnya seperti itu," jelasnya.
(hen/ang)











































