Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan pemerintah sedang berupaya untuk mengendalikan importasi barang non produktif atau barang non kebutuhan pokok.
"Pengendalian utama adalah mencoba mengendalikan barang non produktif dan non kebutuhan pokok. Salah satunya adalah impor barang mewah," kata Bayu selepas rapat koordinasi bahan pangan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (4/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian, kita bicara intensif dengan BUMN. BUMN kita impor barang modalnya cukup besar, apakah bisa dijadwalkan ulang untuk importasinya seperti pesawat terbang, lokomotif, mesin-mesin dalam harga yang mahal," katanya.
Pasalnya, importasi barang jenis tersebut pada bulan Juli 2013 kemarin jumlahnya sangat besar, sehingga cukup berkontribusi terhadap defisit neraca perdagangan. Bayu mendorong agar para BUMN tersebut bisa merivisi jadwal impornya.
"Bulan Juli, impor lokomotif nilainya cukup besar. Perlu menunda kalau nggak begitu mendesak importasi barang-barang ini," jelasnya.
(zlf/dru)











































