"Saat ini harga kedelai sudah Rp 8.000-10.000/kg dan ini tertinggi sepanjang sejarah. Kami sudah tidak tahan, kami sedih, kami menderita, kami mempunyai 115.000 perajin dengan 1,5 juta karyawan dan 5 juta kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari kedelai. Yang terkena imbasnya perajin yang kecil-kecil Pak. Ribuan sudah karyawan yang telah dirumahkan," keluh Aip saat public hearing kedelai di Gedung KPPU, Jakarta, Kamis (5/9/2013).
Pada acara kali ini, KPPU juga memanggil beberapa perwakilan yang terkait dengan kedelai seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Perum Bulog, Dewan Kedelai Indonesia, importir dan Badan Pusat Statistik (BPS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap ada keberpihakan pemerintah sesuai UU Pasal 32 ayat 2 kami ingin dibantu untuk meneruskan usaha kami. Jadi tolong bantu kami. Kami mengurangi ukuran tahu-tempe, masyarakat ngomel-ngomel. Kami tidak ingin menjadi orang kaya tetapi kami ingin makan," ujarnya.
(wij/hen)











































